Solusi Sehat
Doyan lkan Asin Berisiko Kanker
Beberapa faktor lain juga memengaruhi atau memicu terjadinya KNF yaitu bekerja di lingkungan yang terpapar gas dan bahan kimia industri
JAKARTA, Tribunpontianak.co.id - Bagi anda yang doyan makan ikan asin sebaiknya segeralah berpaling kepada makanan lain. Beberapa
penelitian menunjukkan, konsumsi ikan asin menjadi salah satu faktor
penyebab timbulnya kanker atau karsinoma nasofaring.
Satu zat yang terkandung dalam ikan asin disebut Nitrosamin adalah faktor pemicunya. "Nitrosamin adalah suatu zat yang karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker," ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Bambang Hermani, Sp. THT-KL (K), Rabu, (01/06/2011) kemarin di Jakarta.
Nitrosamin, yang berisfat karsinogenik (zat pemicu kanker), muncul dalam proses pengasinan dan penjemuran ikan asin di bawah terik matahari. Sinar matahari akan bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan, sehingga membentuk senyawa nitrosamin.
Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas daerah kepala dan leher yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan urutannya di kawasan Asia, kasus nasofaring paling banyak ditemukan di negara Cina bagian Selatan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
KNF ditemukan
endemik di negara Cina Selatan, yang sebagian besar penduduknya
mengkonsumsi ikan asin. Dalam suatu penelitian di Cina Selatan,
terungkap bahwa penduduk desa yang banyak makan ikan asin, ternyata
tinggi pula angka penderita nasofaringnya.
Khusus di Eropa, kata
Bambang, angka kejadian kanker nasofaring sangat jarang, bahkan sampai
sekarang belum ditemukan kasus KNF pada orang kulit putih.
Bambang mengatakan, ikan asin yang diproduksi di Indonesia relatif masih aman untuk dikonsumsi, meskipun ia menyarankan agar masyarakat tidak terlalu sering mengonsumsinya.
"Ikan asin di Cina Selatan dan Indonesia memang ada perbedaan. Yang jelas, kadar toksinnya itu. Di Indonesia belum ada penelitian yang mengatakan kalau ikan asin sebagai faktor penyebab. Kalau sekali-sekali makan nggak apa-apa, yang penting jangan jangka panjang," jelasnya.