Hadiri Tradisi Ruah Amping di Sambas, Ibrahim Nilai Indonesia Negara Agraris Kaya Adat Budaya

Ia menjelaskan, Amping adalah salah satu kuliner tradisional yang di miliki Indonesia, dan khususnya Sambas.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Masyarakat saat mengolah padi sebelum ditumbuk jadi Amping, Kamis (25/7/2019). 

Hadiri Tradisi Ruah Amping di Sambas, Ibrahim Nilai Indonesia Negara Agraris yang Kaya Adat Istiadat dan Budaya 

PONTIANAK - Staf Ahli Bupati Sambas, Ibrahim mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara agraris yang kaya akan budaya dan tradisi. 

Begitu juga di Sambas, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, bekerjasama dengan Sanggar Rumah Budaya Mekar Setaman, menggelar kegiatan Tradisi Ruah Amping di Dusun Sebadi, Desa Trimandayan, Kecamatan Teluk Keramat, Kamis (25/7/2019) sore tadi. 

Adalah salah satu bentuk tradisi dan budaya yang terus di lestarikan oleh masyarakat Sambas

"Kita tahu Indonesia adalah negara agraris, dan banyak tradisi yang dilakukan pada saat masa tanam dan juga masa panen tiba," ujarnya. 

Baca: Dinkes Sambas Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Operasi Bibir Sumbing di RSUD Sambas

Baca: Direktur RSUD Sambas Gusmadi Ungkap Angka Penderita Bibir Sumbing di Sambas Masih Banyak

"Banyak daerah yang melaksanakan tradisi pada saat masa panen, dengan tujuan rasa syukur untuk hasil panen yang melimpah," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, Amping adalah salah satu kuliner tradisional yang di miliki Indonesia, dan khususnya Sambas

"Amping sebenarnya adalah salah satu kuliner tradisional yang ada di Kabupaten Sambas. Yang bahan pokoknya adalah padi, Tradisi ini umumnya bisa dilakukan pada saat masa panen," tuturnya. 

"Ini (Amping-Red) adalah sebuah makanan olahan yang di olah oleh nenek moyang kita terdahulu. Dimana pada masa dahulu nenek moyang kita tidak bisa makan dengan lauk pauk karena sedang di jajah," katanya. 

Oleh karenanya, nenek moyang terdahulu melakulan berbagai macam percobaan dengan mengolah sumber makanan yang ada, salah satunya adalah Amping.

Baca: Dapat Info dari Bidan, Marini Bergegas Bawa Buah Hatinya ke Operasi Bibir Sumbing di RSUD Sambas

Baca: Puluhan Warga Ikuti Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Sambas

"Amping ini sebelumnya adalah beras yang di Aruk (Oseng-Red) atau di panaskan hingga ia meletup. Sebelum selanjutnya di tumbuk sampai dengan halus maka jadilah Amping," jelasnya.

"Itulah yang coba dipertahankan masyarakat Sambas melalui tradisi Amping ini," ungkap Ibrahim. 

Selain itu kata Ibrahim, dari kegiatan tersebut juga menandakan bahwa Sambas adalah Kabupaten yang mengedepankan kerjasama dan kebersamaan.

Dan hal itu sesuai dengan apa yang di tampilkan pada saat tradisi numbuk Amping.

Oleh karenanya, ia berharap agar kegiatan tersebut bisa membawa keberkahan untuk semuanya. 

"Mudah-mudahan acara ini membawa berkah untuk kita semua," tutupnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved