Sukardi: Gawai Adat Matah Ayu Bentuk Ucapan Syukur Hidup Sehat Masyarakat Sungai Ruai
Tahun ini kami menyelenggarakan gawai adat, biasanya setelah selesai masa panen padi
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Sukardi: Gawai Adat Matah Ayu Bentuk Ucapan Syukur Hidup Sehat Masyarakat Sungai Ruai
SINTANG- Penutupan pelaksanaan Gawai Dayak bertajuk Pesta Adat Matah Ayu dilakukan Wakil Bupati Sintang dengan memukul gong sebanyak tujuh kali di Dusun Sungai Ruai, Desa Tirta Karya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kamis (4/7/2019) kemarin.
Kepala Desa Tirta Karya, Sukardi menyampaikan bahwa pada tahun ini, gawai pokok di Dusun Sungai Ruai dilakukan secara komunal oleh tujuh keluarga, dengan bentuk Gawai Matah Ayu.
"Gawai ini merupakan bentuk ucapan syukur atas hidup sehat khususnya bagi salah seorang keluarga dan jadi simbol menutup masa merawat anggota keluarga yang sebelumnya berada pada kondisi sakit-sakitan," katanya.
Baca: L Truk KB 8510 Rusak Parah Setelah Kecelakaan di Air Hitam, Begini Keterangan Saksi
Baca: Tutup Pelaksanaan Gawai Dayak Matah Ayu di Sungai Ruai, Ini Pesan Wabup Askiman
Menurutnya mengatakan bahwa masyarakat Desa Tirta Karya dan Dusun Sungai Ruai khususnya masih sangat menjaga budaya nenek moyang. Salah satunya dengan menggelar gawai adat Dayak Matah Ayu tersebut.
"Tahun ini kami menyelenggarakan gawai adat, biasanya setelah selesai masa panen padi. Seperti yang sudah-sudah, tahun ini pun kami begawai. Cuma bedanya, tahun ini pokok gawai kami itu Matah Ayu," pungkasnya.