Pilpres 2019

Moeldoko Takut Terjebak Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Jadi Negosiasi Kepentingan Satu Kelompok

Moeldoko mencium indikasi momen rekonsiliasi ini dijadikan sarana negosiasi untuk kepentingan satu kelompok.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ BELLA
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko 

Moeldoko Takut Terjebak Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Jadi Negosiasi Kepentingan Satu Kelompok

Pilpres 2019 - Rekonsiliasi antara Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo dan kontestan Pilpres 2019 Prabowo Subianto masih menjadi perbincangan pasca Pilpres 2019

Pasalnya, hingga kini belum menemukan titik terang. Rekonsiliasi dipandang perlu oleh sejumlah pihak sebagai upaya menyatukan rakyat Indonesia yang terbelah lantaran kontestasi Pilpres. 

Namun, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai rekonsiliasi antara presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subianto bukan lagi agenda prioritas.

Moeldoko mencium indikasi momen rekonsiliasi ini dijadikan sarana negosiasi untuk kepentingan satu kelompok.

"Saya takut terjebak rekonsiliasi hanya memikirkan negosiasi, memikirkan kepentingan kelompok tertentu," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (05/07/2019).

Baca: Jadwal Sidang Sengketa Pileg 2019 ! Mahkamah Konstitusi Tangani 260 Gugatan, KPU Belum Siapkan Saksi

Baca: Haris Azhar Curiga Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Hanya untuk Selamatkan Muka

Moeldoko menilai pasca pilpres 2019, kondisi masyarakat yang semula sempat terpecah belah kini sudah kembali normal. Ia mengklaim seluruh masyarakat bisa menerima hasil pilpres yang dimenangkan oleh Jokowi-Maruf Amin.

"Bahwa masyarakat Indonesia sekarang ini sudah happy dengan situasi yang ada. Jangan lagi justru istilah istilah rekonsiliasi malah mengganggu apa yang telah terjadi di lapangan sekarang ini," kata mantan Panglima TNI ini dikutip tribunpontianak.co.id dari Kompas.com.

Ia mencontohkan munculnya permintaan agar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dipulangkan ke Indonesia jika rekonsiliasi terjadi.

Wacana itu sebelumnya dilontarkan sejumlah elite pendukung Prabowo-Sandi, termasuk Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Masalah rekonsiliasi dari pihak sebelah minta agar pendukung Prabowo yang ditahan termasuk Habib Rizieq itu minta dipulangkan, nah bagaimana?" kata dia.

Baca: Pertemuan Jokowi-Prabowo Diharapkan Sejukkan Suhu Politik

Baca: Beri Bocoran Soal Kabinet Baru ! Presiden Jokowi : Diwarnai Anak Muda, Bisa Saja Usia 20-25 Tahun

Moeldoko menambahkan sejauh ini Presiden Jokowi masih terbuka untuk bertemu Prabowo.

Namun, waktunya akan disesuaikan dengan jadwal kedua belah pihak.

Sebab, bangsa ini memiliki banyak tantangan lainnya yang lebih prioritas untuk dikerjakan oleh Kepala Negara.

"Kemungkinan jadwal bertemunya kapan itu kan berkaitan dengan waktu saja. Tetapi kalau semua sudah berjalan normal, saya pikir bukan menjadi sebuah agenda yang prioritas," tandasnya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved