Tiket Pesawat Mahal, Ini Respon Ketua DPD ASITA Kalbar
Ia pun mengapresiasi gagasan Presiden RI, Joko Widodo mengenai akan diundangnya maskapai asing untuk masuk ke rute-rute di Indonesia
Tiket Pesawat Mahal, Ini Respon Ketua DPD ASITA Kalbar
PONTIANAK - Harga tiket pesawat yang dianggap terlalu mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih terus menjadi permasalahan.Sudah sejak pertengahan tahun 2018, harga tiket pesawat kian melambung tinggi.
“Dengan kondisi harga tiket yang tinggi berdampak terhadap rute penerbangan. Seperti Lion dulu bisa 5 sampai 6 kali selama 1 hari, sekarang hanya 3 atau 4 kali," ujar Ketua DPD ASITA Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra.
"Ini juga berpengaruh terhadap penumpang, harga tiket pesawat sekarang ini walau sudah dikeluarkan aturan oleh mentri, tapi tarif batas atas terap dirasa tinggi oleh masyarakat. Nah rata-rata mereka kalau sudah seperti ini yang diambil bukan batas bawah, melaikan batas atas, yang kita tahu bahwa dengan kondisi tiket dengan harga seperti itu tentulah tidak smua masyarakat bisa, makanya sekarang banyak yang bus atau kapal laut,” jelasnya lagi.
Baca: Saat Harga Tiket Pesawat Tinggi, Ternyata Ada Pilihan Mudik Murah Hanya Rp 102 Ribu Kaltim-Jogja
Baca: Tiket Pesawat Mahal, Pelindo Prediksi Ada Lonjakan Penumpang Melalui Jalur Laut di Arus Mudik 2019
Ia pun mengapresiasi dengan apa yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo mengenai akan diundangnya maskapai asing untuk masuk ke rute-rute di Indonesia.
“Saya apresiasi sekali kalau misalnya betul apa yang disampaikan oleh Jokowi, bahwa akan mengundang maskapai asing untuk masuk ke rute rute. Karena sekarang ini indikasinya sangat kuat, maskapai melakukan paket kurtel,” ungkapnya.
Dikatakannya, di Indonesia ada dua group penerbangan yaitu garuda group dan lion group, sehingga seharusnya mereka bisa melakukan pengaturan harga dan mereka bisa mengatur jalur distribusinya.
Menurutnya, sekarang ini penerbangan sudah kurang melibatkan agent, mereka lebih melibatkan travel agent online seperti traveloka.
“Nah, dengan masih jumlah maskapai yang sedikit kemudian jalur distribusi yang terbatas, maka harga bisa diatur. Makanya sekarang jangankan kita, pemerintah aja tidak berdaya mengaturnya, jadi satu-satunya jalan, alternatif terakhir yaitu dengan dimasukan maskapai asing,” katanya.
Baca: Pembangunan Bandara Singkawang Buka Peluang Bagi ASITA Kalbar
Baca: Ketua ASITA Kalbar Ungkap Imbas Penghapusan Bagasi Gratis
Dengan datangnya maskapai asing tersebut dapat membuat persaingan sempurna.
“Kalau persaiangan sempurna mereka harus mengikuti harga yang layaknya itu berapa, seperti kemarin kenapa harga bisa naik, karena sriwijaya sendiri, ke-3 pemainnya sriwijaya, lion dan garuda. Sekarang sriwijaya sudah sendiri, nah ini menurut saya bisa jadi solusi untuk harga tiket pesawat menurun,” ujarnya.
Ia menyebutkan sebenarnya hal ini tidak menjadi persoalan, karena saat ini sudah ada maskapai asing yg beroperoperasi seperti Air Asia yang haknya di Kuala lumpur.
“Air Asia itu tinggal dibuka aja kerannya, jadi tidak harus mendatangkan maskapai dari Eropa, kita undang pemain asing, seperti air asia, malaysia air lines, jadi tinggal kita tawarkan, lagit kita cukup produktif kok jumlah penumpangnya, artinya jumlah penumpang tinggi,” ungkapnya.
Henray mengakatan jika hal tersebut tidak dilkaukan maka hrga tidak akan produktif.
“Kalau cara menurunkan hrga hrus ada pesaingnya, jadi dari bahasa Jokowi itu sebenarnya sudah mengancam kalau misalnya harga tidak mau turun, pemerintah akan masukan maskapai asing. Intinya smua ini bagaimana menciptakan persaingan sempurna,” pungkasnya. (Mia Monica)