Ditunjuk Plt RSUD Kota Pontianak, dr Johnson Langsung Buat Terobosan
Ditunjuk oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Akadrie
Ditunjuk Plt RSUD Kota Pontianak, dr Johnson Langsung Buat Terobosan
PONTIANAK - Ditunjuk oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Akadrie yang merupakan RS Kota Pontianak, Dokter Johnson langsung membuat berbagai gebrakan guna memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.
Dokter Johnson yang merupakan Spesialis Saraf yang juga berdinas di RSUD Kota Pontianak ini memiliki komitmen dan berbagai program guna meningkatkan kualitas layanan yang ada.
"Beberapa hal yang akan saya lakukan selaku Plt Direktur RS Kota Pontianak, sesuai dengan arahan Wali Kota Pontianak dalam hal ini Bapak Edi Rusdi Kamtono pada saya dan menugaskan untuk menjadi Kepala RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie," ucap Dokter Johnson saat diwawancarai, Sabtu (18/5/2019) malam.
Untuk itu, ia akan melanjutkan segala tugas-tugas yang telah dilakukan pejabat sebelumnya dan ia tegaskan akan membuat beberapa regulasi terkait dengan pelayanan pada masyarakat Kota Pontianak secara khusus dan Kalbar umumnya.
Baca: Ini Tanggapan Atlet Esport Asal Pontianak, Terkait Gamers Bobol Bank
Baca: Nasdem Raih Unsur Pimpinan DPRD Kalbar, DPW Kalbar Belum Tentukan Nama
Baca: Warga dan Polisi Ringkus Pencuri HP di Siantan Hulu, Pelaku Masuk dari Pintu Depan, Beraksi di Kamar
Dijelaskannya, RS Kota Pontianak itu adalah RS yang sudah berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) artinya RS Kota Pontianak dalam menjalankan misinya itu berbentuk bisnis, dimana bisnis yang dijalankan adalah bisnis yang sehat dan tidak mencari keuntungan tetapi ada efisiensi dan ada efektifitas didalam menjalankan tugas pelayanan pada masyarakat.
"Untuk itu, yang pertama kali saya lakukan adalah mengurai antrean yang panjang dipagi hari, mereka yang mengantre adalah pasien rawat jalan," ucapnya
Sehingga tidak adalagi pasien yang mengantre dari malam hari dan baru dilayani pagi hari. Untuk itu ia akan segera membuka Poli Rawat Jalan sore hari. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil manfaat dari pembukaan Poli Rawat Jalan itu dan tidak ada lagi orang yang mengantre panjang untuk mendapatkan pelayanan.
Kemudian, Dokter Johnson membuat terobosan mengurai antrean di Rawat Inap. Khususnya yang terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam rangka mencari tempat agar masuk Ruangan Rawat Inap.
Selama ini disampaikannya, kasus yang terjadi adalah keterbatasan tempat untuk Rawat Inap, karena tidak semua pasien yang masuk di IGD dapat ditanggulangi, mengingat Rawat Inap RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie memberlakukan atau membedakan jenis kelamin terhadap ruangan atau membedakan antara laki-laki dan perempuan.
"Kedepannya kita akan upayakan ada ruangan yang sifatnya ruangan transit di masing-masing pelayanan, baik di pelayanan anak, unit pelayanan bedah, unit pelayanan penyakit dalam, unit pelayanan saraf, unit pelayanan kebidayanan dan semuanya ada ruangan transit," ucap dr Johnson saat diwawancarai.
Dengan demikian, ia menyampaikan ruangan transit akan dilengkapi dengan monitor dan ruangan transit menjadi tempat untuk perawatan yang sifatnya semi emergency. Sehingga disitu dapat dirawat bersama baik laki-laki maupun perempuan dan tidak laki berdasarkan jenis kelamin tetapi berdasarkan beratnya penyakit yang diderita.
Dokter Johnson mengharapkan ada kemampuan manajemen ruangan untuk mengatur perputaran pasien, sehingga pasien yang masuk di IGD dapat masuk sebagai pasien rawat inap dan meminimalisir rujukan bertingkat. Selama ini dengan alasan tidak bisa ditangani karena tidak ada ruangan maka pasien disebutnya selalu dirujuk, namun tidak sesederhana yang disebutkan karena proses rujukan memerlukan sarana dan prasarana.
Selain menyiapkan ruang transit, dr Johnson juga akan melakukan dan membuka ruangan baru yang ada dilantai tiga yang sampai saat ini belum digunakan.
Baca: Warga dan Polisi Ringkus Pencuri HP di Siantan Hulu, Pelaku Masuk dari Pintu Depan, Beraksi di Kamar
Baca: Penjual Kue Kering Dadakan, Banjir Pesanan
"Itu ruangan memang dari struktur bangunan, ruangan itu dipersiapkan untuk kelas VIP dimana dalam ruangan itu tersedia satu bad, dilengkapi kamar mandi didalam, televisi, kulkas dan dispenser. Kedepannya kami akan gunakan sekitar tujuh ruangan untuk kami tambah satu bad lagi sehingga didalam ruangan itu ada dua bad dan setara ruangan kelas satu sesuai regulasi BPJS," ucapnya.