Pilpres 2019

Saran Yunarto Wijaya: BPN Prabowo Jangan Mau Dibohongi Tim Internal soal Hasil Rekap Pilpres 2019

Yunarto: BPN Prabowo - Sandi Jangan Mau Dibohongi Tim Internal soal Hasil Rekapitulasi Pilpres 2019

Saran Yunarto Wijaya: BPN Prabowo Jangan Mau Dibohongi Tim Internal soal Hasil Rekap Pilpres 2019
Youtube Kompas TV
Saran Yunarto Wijaya: BPN Prabowo Jangan Mau Dibohongi Tim Internal soal Hasil Rekap Pilpres 2019 

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya memberi saran ke BPN Prabowo - Sandiaga Uno agar jangan mau dibohongi tim internal terkait dengan rekap (hasil penghitungan suara) Pilpres 2019 yang kejanggalannya sudah terlalu banyak.

"Saran saya ke teman-teman BPN fokus saja. Subjeknya jangan berubah-ubah. Jangan mau dibohongi tim internal terkait dengan rekap yang kita lihat kejanggalannya sudah terlalu banyak," katanya pada akhir sesi Kompas Petang di Kompas TV dalam tema 'Adu Data Hasil Pemilu 2019', Rabu (15/5/2019).

Yunarto melanjutkan, yang ketiga balik lagi, tempatkan sebagaimana mestinya.

"Anda ingin berbicara kecurangan, anda silakan siapkan bahan-bahan dari sekarangan untuk di MK," kata Yunarto.

"Anda ingin berbicara mengenai menggugat rekap, bawa itu ke KPU. Data C1 yang anda katakan itu sudah diverifikasi, bawa itu ke KPU," lanjutnya. 

Baca: Yunarto Wijaya Berharap Ada Data Bombastis Buktikan Klaim Kemenangan 54 Persen Prabowo di Pilpres

Baca: Situng KPU Kamis (16/5/2019), Suara Masuk 84 % Lihat Hasil Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo

Sehingga kemudian tidak terlihat bahwa sedang ada upaya untuk mencari perhatian dan ujung-ujungnya Prabowo akan ditinggalkan sendiri lagi. 

"Seperti apa yang terjadi di 2014. Orang-orang yang teriak-teriak pada akhirnya juga tidak bisa berbuat banyak di MK. Sangat mudah dipatahkan di MK," kata Yunarto. 

Pada akhirnya dalam tinta sejarah, yang namanya kemudian menjadi tidak baik adalah Prabowo sendiri.

"Yang diingat sujud syukur oleh hasil Quick Count yang bermasalah, yang diingat menggunakan data bermasalah ketika melaporkan real count, itu bukan BPN, bukan Prof La Ode tetapi Pak Prabowo," katanya.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengungkapkan alasannya terkait penolakan terhadap hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved