Lantik Tiga Dewan Pengawas PDAM Ketapang Periode 2018 - 2021, Ini Pesan Bupati Martin

Sebab, kata dia, keberadaannya potensial untuk dilanjutkan pengoperasionalannya.

Lantik Tiga Dewan Pengawas PDAM Ketapang Periode 2018 - 2021, Ini Pesan Bupati Martin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Pengambilan sumpah janji jabatan tiga dewan pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Ketapang periode 2018 - 2021, Rabu (15/05/2019) di aula Pendopo Bubati. 

Lantik Tiga Dewan Pengawas PDAM Ketapang Periode 2018 - 2021, Ini Pesan Bupati Martin

KETAPANG - Bupati Kabupaten Ketapang, Martin Rantan resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan tiga dewan pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Ketapang periode 2018 - 2021, Rabu (15/5/2019) di aula Pendopo Bubati.

Ketiga orang tersebut yakni, Ir Sukirno sebagai Ketua Dewan Pengawas merangkap anggota dari unsur pejabat pemerintah, Juta ST selaku Sekretaris merangkap anggota dari unsur profesional dan Laihie Tars selaku anggota Dewan Pengawas dari unsur Konsumen.

Dalam sambutannya, Martin mengatakan dengan dilantiknya tiga orang Dewan Pengawas PDAM diharapkan dapat mengawasi kinerja PDAM, terutama dalam pelayanan terbaik kepada masyarakat (konsumen).

Untuk kebaradaan PDAM, menurut Martin memang harus dilakukan pembenahan, utamanya memperlancar pendistribusian air bersih dalam waktu dekat ini  kepada konsumen. Setelah itu baru pembenahan administrasi  keuangan agar selaras dan paralel. 

"Oleh karenanya, saat ini yang sudah surplus agar dipertahankan. Dan kedepannya lebih ditingkatkan lagi pelayanannya," pinta Martin.

Baca: VIDEO: Setelah Jajal Motor Dinas Baru Hadiah Kapolda Kalbar, Ini Ungkapan Ipda Tatang

Baca: Pengunjung Pasar Dukung Pemkot Lakukan Sidak

Sementara itu, menurut Sekda Ketapang, H Farhan SE menambahkan, terhadap kondisi sumber air bersih Riam Berasap, tahun 2020 akan dioperasionalkan kembali sambil dilakukan kajian kajian. Sebab, kata dia, keberadaannya potensial untuk dilanjutkan pengoperasionalannya.

"Dengan dioperasionalkannya minimal dapat mengaliri desa-desa sekitar wilayah tersebut. Seperti Desa Kuala Satong, Tanjung baik Budi, Desa Sungai Putri dan sekitarnya," sebut Farhan.

Hal itu dilakukan, guna menyikapi keinginan masyarakat akan keberadaan air bersih di musim kemarau nanti. Dimana secara keteknisan akan dibedah dan dikaji pengoperasionalannya. 

"Walau masih wacana, tapi Pemkab Ketapang tetap konsisten dengan rencana itu. Insyaallah tahun 2020 akan dialokasikan anggaran. Persoalan air baku PDAM dari Riam berasap itu terletak di mesin pendorong dan petugasnya saja," ujar Farhan.

"Jadi bangunan infrastruktur yang mungkin rusak akan dibenahi kembali. Jalan terbaiknya adalah kita tetap upayakan semaksimal mungkin," timpalnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved