Edi Kamtono Perintahkan Diskumdag Tata PKL Pasar Tengah di Jalan Asahan
Edi Rusdi Kamtono melalui Haryadi S Triwibowo menertibkan PKL yang ada di Pasar Tengah agat tiak membuat semraut
Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
Edi Kamtono Perintahkan Diskumdag Tata PKL Pasar Tengah di Jalan Asahan
PONTIANAK - Bulan Ramadan dan menjelang lebaran Idulfitri seakan sudah menjadi tradisi bagi umat Islam untuk berbelanja pakaian dan sebagainya.
Saat ini, pasar-pasar tradisional di Kota Pontianak sudah mulai dipadati pemgunjung untuk berburu pakaian. Satu diantara pasar yang ramai pengunjungnya adalah PasarnTengah dan Pasar Sudirman.
Seiring dengan ramainya pengunjung yang datang, kesemrautan pasar tengah juga semakin hari semakin meningkat. Sepanjang Jalan Asahan yang merupakan akses utama Pasar Tengah kini mulai banyak pedagang kreatif lapangan (PKL) atau pedagang kaki lima dikenal dulu.
Kesemrautan ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung yang akan datang karena jalan-jalannya sempit akibat PKL dan parkiran yang tidak beraturan.
Baca: Kadisdikporapar Mempawah Harap Siswa-siswi Baru Lulus Lanjut Perguruan Tinggi
Baca: Peringatan Dini BMKG untuk Sebagian Besar Wilayah Kalbar Kamis 16 Mei 2019
Baca: Real Count Pilpres 2019 DKI Jakarta 63,7 Persen, Jokowi Unggul Atas Prabowo, Kepulauan Seribu 100%
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan yang dikomandoi Haryadi S Triwibowo sebagai kepala dinas untuk menertibkan PKL yang ada di Pasar Tengah agat tiak membuat semraut.
"Dispendag itu sudah saya perintahkan untuk menertibkan. Pedagang inikan mengambil kesempatan saat bulan Ramadan dan Idulfitri meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, tapi harus diatur kalau tidak diatur akan membuat semraut dan kumuh lagi," ucap Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai, Rabu (15/5/2019).
Menurut Edi Kamtono, sebetulnya kalau mereka tertib dan rapi maka masih pihaknya toleransi. Termasuk Pasar Sudirman, jadi pedagang diberikan kesempatan tapi ia mengultimatum jangan lalu menggangu ketertiban umum.
"Saya sudah perintahkan dinas terkait menata PKL. Kalau mereka diizinkan nanti semua akan turun dan yang dibawah juga akan menempatkan dagangan mereka di Jalan Asahan semua, akhirnya lalu semraut lagi," tegasnya.
Kemudian menurutnya, pengunjung yang datang juga kesulitan mau bergerak karena PKL menyesaki jalan dan parkiran juga mengganggu jalan.
"Mereka inikan sudah memiliki kios, harus menempati kiosnya masing-masing jangan semua mau di Jalan Asahan, kita tertibkan agar rapi dan pengunjung ramai," pungkasnya.