Pemilu 2019

Tidak Puas dengan Cara Kerja Bawaslu, Ini Penjelasan Mardani

Kasihan masyarakat kami, kami juga sudah bekerja berbulan-bulan untuk meyakinkan masyarakat

Tidak Puas dengan Cara Kerja Bawaslu, Ini Penjelasan Mardani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Wawan Gunawan
Caleg PDI-P, Dapil Sambas 5, Mardani (baju merah) saat mendatangi Bawaslu, dan menunjukkan barang bukti dugaan pemindahan suara di salah satu TPS di Teluk keramat, Senin (13/5/2019). -- 

Tidak Puas dengan Cara Kerja Bawaslu, Ini Penjelasan Mardani

SAMBAS - Salah Satu Calon anggota legislatif yang datang ke kantor Bawaslu Kabupaten Sambas, Mardani mengatakan, pihaknya untuk kedua kalinya ke kantornya Bawaslu Sambas adalah untuk meminta keadilan.

Karena menurutnya, saat ini pihaknya masih belum diberikan kejelasan mengenai Laporan yang sudah mereka sampaikan. Dan bagaimana cara penyelesaiannya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah memasukkan laporan sejak 30 April lalu, namun tidak juga mendapatkan kejelasan terkait laporan.

"Kembali saya jelaskan, bahwa kami sudah memasukkan laporan sejak 30 April lalu. Dan itu belum selsai pleno tingkat Kabupaten, tapi kenapa tidak di tanggapi," katanya, Senin (13/5/2019).

"Kalau bicara puas atau tidak, kami masih belum puas karena bagaimanapun Kami menemukan barang bukti yang baru, namun sepertinya tidak ditanggapin sama sekali oleh Bawaslu. Jadi sepertinya usaha kami dan perjuangan masyarakat kami ini tidak sepertinya tidak ada direspon oleh Bawaslu," sambungnya.

Ia menjelaskan dari penjelasan Bawaslu selalu mengarahkan kepada aturan. Padahal ia katakan, pihaknya meminta agar Bawaslu juga bisa menggunakan waktu jeda sebelum penetapan untuk mengkaji permasalahan yang mereka laporkan.

"Bawaslu hanya mengarahkan kamo kepada masalah undang-undang, padahal jeda waktu yang tersisa yang kami rasakan itu masih panjang untuk ke penetapan. Adapun penetapan secara nasional itu 22 Mei mendatang, jadi jeda waktu yang yang ada sebenarnya itu bisa digunakan," ungkapan.

Baca: Loka POM Sanggau Lakukan Sampling dan Pengujian Pangan di Pasar Juadah

Baca: BNN Provinsi Kalbar Musnahkan 1,3 Kg Sabu, Begini Caranya

"Akan tetapi Bawaslu mengulur-ulur waktu, di ulur-ulur waktu sampai ke hari-hari yang tidak lagi dimungkinkan oleh undang-undang untuk dipakai menyelesaikan masalah kami ini. Oleh karena itulah kekecewaan kami, kekecewaan masyarakat kami Kecamatan Galing bahwa Bawaslu ini pekerjaannya tidak fokus," paparnya.

Menurutnya, semua bukti yang sudah disampaikan oleh pihaknya ke Bawaslu terkesan tidak ada artinya bagi pihak Bawaslu.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved