Rektor IAIN Pontianak Berbagi Ilmu dengan Menulis di Bulan Ramadan

Menurutnya dengan menulis seseorang bisa berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Rektor IAIN Pontianak Berbagi Ilmu dengan Menulis di Bulan Ramadan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rektor IAIN Pontianak Dr H Syarif MA. 

Rektor IAIN Pontianak Berbagi Ilmu dengan Menulis di Bulan Ramadan

PONTIANAK - Bulan Ramadan bulan yang istimewa dimana setiap perbuatan amal baik diganjar pahala. Umat Islam tidak hanya wajibkan dan dianjurkan melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, namun juga mengisi Ramadan dengan kegiatan-kegiatan positif yang memberi manfaat kepada masyarakat khususnya umat Islam.

Bagi Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Dr H Syarif M.A, selain mengisi Ramadan dengan ibadah wajib dan sunnah ada aktivitas yang tidak lupa ia kerjakan yakni membaca dan menulis.

Ia juga aktif mengisi rekaman tausiah dichanel youtube, hikmah hati.

Baca: Rektor IAIN Pontianak Berikan Pesan Untuk Para Wisudawan dan Wisudawati

Baca: Vivi Amri Dinobatkan Duta Jurusan Hukum Ekonomi Syariah IAIN Pontianak

Saat ini sudah ada 14 judul buku yang ditulis oleh pria yang menjabat rektor pada juni 2018 ini.

Bahkan, pada Ramadan ini ada satu buah buku yang masih dalam proses penyelesaian dengan tema, "Wujud dibalik Teks dan Puisi".

"Bagi saya menulis sudah kebiasaam tiap hari,minimal satu atau dua lembar baik melalui handphone atau laptop. Saya juga hobi menulis puisi-puisi,"ujarnya

Menurutnya dengan menulis seseorang bisa berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Baca: Bulan Ramadan Bupati Landak Keluarkan Surat Edaran, Ini Isinya

Baca: Ramadan, Anggota Polresta Pontianak Dalami Tajwid Baca Alquran

" Memang saya terkadang mengaegndakan beberapa pemikiran kemudian saya tuangkan dalam tulisan dari apa yang saya pahami ," ujarnya

Khusus kegiatan dibulan Ramadan ia tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya sebagai rektor. Diluar kampus dirinya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat mengisi tausiah di Masjid - masjid maupun majelis taklim.

Semua kegiatan telah terbagi, baik ibadah sunnah maupun dalam kaitan tugas sebagai rektor maupun tokoh agama.

"Kalau tugas sehari-hari biasa saya lakukan siang hari. Ada selingan kultum zuhur. Ibadah sunnah yang terkait langsung dengan puasa adalah tarawih dan witir yg menurut saya tak boleh terpisah. Karena dalam rangkat mengobati penyakit hati berupa hawa nafsu itu harus dengan intervensi Allah. Nah untuk intervensi Allah itu kita harus salat. Adapaun tarawih dan witir selain bermakna riyadhoh intensitas salat juga bermakna sebagai pengimbang ibadah puasa pada siang harinya, "ujarnya. (zul)

Penulis: Zulkifli
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved