Pilpres 2019
Tim Dokter Forensik Muhammadiyah Cari Sebab Wafatnya 500 KPPS, Jubir BPN Dahnil Singgung Pemerintah
Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menyampaikan bahwa dirinya pernah mencari dalam kasus Siyono
Penulis: Rihard Nelson Silaban | Editor: Rihard Nelson Silaban
Tim Dokter Forensik Muhammadiyah Cari Sebab Wafatnya 500 KPPS, Jubir BPN Dahnil Singgung Pemerintah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Muhammadiyah melalui Pak Busyro Muqoddas membentuk tim para dokter forensik.
Disampaikannya lewat akun twitter resminya, Jumat (10/5/2019).
Berikut cuitan Dahnil,
Hari ini Muhammadiyah melalui Pak Busyro Muqoddas
Adapun pembentukan tim dokter untuk membantu pemerintah membuktikan penyebab wafatnya para petugas KPPS yang telah mencapai 500 lebih tersebut.
Tinggal keterbukaan pihak kepolisian dan Pemerintah saja.
Baca: Diprediksi Kembali Duduki Kursi DPRD Landak Periode 2019-2024, Ini Komitmen Cahya Tanus
Baca: Diprediksi Menduduki Kursi di DPRD Landak Periode Kedua, Yanto Mardino Dukung Visi Misi Bupati
Baca: Forum Komunikasi Mahasiswa Dorong Pemkot Singkawang Beri Efek Jera Bagi Oknum Pemain Layangan
Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menyampaikan bahwa dirinya pernah mencari dalam kasus Siyono.
Dimana, Muhammadiyah membentuk tim advokasi untuk mencari keadilan bagi Siyono.
Beberapa tahun yang lalu Pak Busyro, Sy, dkk, membentuk Tim Advokasi
Yang terdiri dari Pengacara Muhammadiyah dan Dokter-dokter ahli Forensik dari RS Muhammadiyah dan PTM,
Untuk mencari keadilan bagi Siyono dan terbukti,
Hasil autopsi penyebab kematian Siyono berbeda dengan keterangan polisi.
Baca: Hasil Pilpres di Jawa Timur Situng KPU, Data 72,50%! Jokowi Menang 33 Daerah, Prabowo Hanya Lima
Baca: Jadi Guru Honorer, Rinto Hanya Digaji Rp 700 Ribu Perbulan dan Cari Tambahan dari Les Privat