Pengakuan Tersangka Pembunuhan Siswi SMP Sanggau, Jenazah Korban Kenakan Seragam Pramuka

Pengakuan Tersangka Pembunuhan Siswi SMP Sanggau, Jenazah Kenakan Seragam Pramuka Saat Ditemukan

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses evakuasi mayat siswi SMPN Tayan Hulu inisial AT (16) di Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Selasa (30/4/2019). Ist 

Siswi SMP di Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, AT, diduga menjadi korban pembunuhan ayah tirinya, RW.

Jenazah korban ditemukan warga di dalam parit Dusun Peruan Dalam, Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu, dengan tubuh dibalut seragam Pramuka, Selasa (30/4/2019).

Kapolres menegaskan, pihaknya secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk juga dilakukan pengumpulan keterangan dari pihak sekolah, lantaran saat itu korban masih menggunakan seragam pramuka.

“Kita periksa saksi-saksi termasuk juga teman dekat, kerabat, ibu kandung korban, wali kelas korban. Diperoleh juga keterangan para saksi yang mengarah kepada RW yang merupakan ayah tiri korban," kata Kapolres, Rabu (1/5/2019).

“Kita juga mendapatkan informasi dari wali kelas korban, dari keteranganya memang melihat bahwa korban ini seperti tekanan batin sehingga disekolah itu cenderung untuk diam,” jelasnya.

Baca: Kisah Pilu Bocah Pontianak Korban Rudapaksa Oknum PNS Kalbar, Demi Allah Saya Tak Terima

Berdasarkan keterangan yang didapat, pihaknya kemudian mengamankan RW. Saat dimintai keterangan, RW mengakui semua perbuatannya.

Menurut RW, sebelum menghabisi korban, dirinya sempat menyetubuhi anak tirinya.

Terungkap pula, perbuatan RW sudah dilakukan sebanyak tiga kali, dua kali dilakukan di rumah pada tahun 2018 dan sekali dilakukan di TKP.

Selama ini, RW kerap mengantar jemput korban saat sekolah. Dan saat kejadian itu, RW membawa korban ke salah satu lokasi galian tanah.

“Di situlah pelaku menyetubuhi korban, karena juga sudah cek-cok mulut sebelumnya," kata Kapolres.

Korban merasa masa depanya tidak ada, setelah diperlakukan tak senonoh oleh RW.

Korban menuntut pertanggungjawaban RW.

"Setelah sempat cek-cok, korban didorong dan jatuh ke parit dan RW langsung mencekik leher korban," kata Kapolres.

Ayah tiri korban, RW yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sebagai pelaku pembunuhan

RW menyesal melakukan perbuatan yang tak seharusnya itu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved