Ini Dalih Perusahaan yang Menunggak Membayar Pajak, Mulai Tidak Lagi Beroperasional Hingga Dijual

Sebanyak 15 perusahaan dari 38 perusahaan penunggak pajak diundang oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kalbar

Ini Dalih Perusahaan yang Menunggak Membayar Pajak, Mulai Tidak Lagi Beroperasional Hingga Dijual
ISTIMEWA
Ilustrasi kepatuhan membayar pajak

Ini Dalih Perusahaan yang Menunggak Membayar Pajak, Mulai Tidak Lagi Beroperasional Hingga Dijual

PONTIANAK - Sebanyak 15 perusahaan dari 38 perusahaan penunggak pajak diundang oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kalbar dan Tim Korsupgah KPK.

Mereka diundang untuk mendengarkan alasan mengapa sampai menunggak pajak kendaraan bermotor yang nominalnya cukup besar.

Para pemimimpin perusahaan dan manajemen yang mewakili perusahaan memberikan alasan didepan Tim Korsupgah KPK dan BKPPD Kalbar mengapa mereka tidak membayar pajar selama ini.

Satu diantaranya yang menyampaikan alasan adalah, PT CUS. perwakilan PT CUS menyampaikan pihaknya menunggak pajak lantaran kendaraannya sebetulnya sudah tidak ada.

"Kendaraan yang dioperasionalkan di perkebunan dua tahun sudah tidak bisa digunakan lagi karena kondisi alam. Kalau memang kendaraan itu beroperasional kita akan bayar," ucap perwakilan dari PT CUS saat menyampaikan alasan didepan Korsupgah KPK, Jumat (26/4/2019).

Baca: Wali Kota Pontianak Keluarkan Surat Edaran Keberatan Terhadap Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku

Baca: 23 Perusahaan Penunggak Pajak Kalbar Abaikan Undangan KPK

Baca: Panggil Perusahaan Nunggak Pajak, KPK Turun Tangan Bantu BPKPD Kalbar

Baca: Yuliardi Qamal: Bapak Menarik Pajak Dari Kami Senang, Kami Juga Ditarik Pajaknya Senang

Kemudian, masalah sepeda motor yang menunggak pajak, ia menjelaskan awalnya perusahaan memberikan kredit tanpa bunga pada karyawan dan kendaraan itu atas nama perusahaan. Tapi saat ini mereka keluar dan belum balik nama sehingga nama kendaraan masih terdata sebagai milik perusahaan.

Perwakilan dari PT Meta Estetika, juga menyampaikan hal serupa dengan apa yang disampaikan oleh PT CUS.

Kemudian, dari PT Sinar Dinamika Kapuas yanf diwakili oleh Suminto, menegaskan pihaknya
Setiap tahun membayar di Dispenda dan yang terakhir memang ada ketelatan karena ada perubahan manajemen sehingga diminta lebih teliti, namun semua sudah terbayar.

Perwakilan dari PT Cipta Usaha Tani , Saimin juga menyampaikan selama ini pihaknya sudah membayar pajak dan memang aga telat, karena kondisi perusahaan naik turun.
Apabila ada keterlambatan maka pihakny akan selesaikan secepatnya.

Perwakilan PT Gala Prima Jaya, Doni juga menyampaikan alasan mengapa menunggak dalam membayar pajak.

"Kami sama dengan PT Cus, mungkin melihat kondisi dan memang dump truk kalau dipakai di pertambangan atau perkebunan dua tahun selesai. Saya rasa semua perusahaan yang bergerak diperkebunan memang begitu," ujarnya menyampaikan alasan di forum koordinasi tersebut.

Kemudian, para perusahaan juga berdalih bahwa banyak kendaraan telah dijual pada pihak lainnya, sehingga pemilik berikutnya tidak memiliki komitmen untuk membayar pajak dan tidak pula membalik nama kendaraan tapi tagihan disamsat tetap nama perusahaan mereka.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved