Relawan Muda Binaan Yayasan Palung Ajak Jadi Penggerak Bukan Sekedar Pengikut

Relawan Rebonk angkatan ke-9 juga diajak untuk membaur bersama masyarakat. Pada kesempatan berdiskusi bersama masyarakat

Relawan Muda Binaan Yayasan Palung Ajak Jadi Penggerak Bukan Sekedar Pengikut
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Pelantikan 16 Relawan Muda Rebonk angkatan-9 yang telah dilantik. 

Relawan Muda Binaan Yayasan Palung Ajak Jadi Penggerak Bukan Sekedar Pengikut

Citizen Reporter Media Relation Yayasan Palung - Petrus Kanisius

KETAPANG - “Jadilah penggerak, bukan Sekedar Pengikut”, pesan tersebut disampaikan oleh pembina relawan kepada anggota Relawan Rebonk yang baru, pada Minggu 5-7 April 2019 kemarin di Dam Aik Keladi, Dusun Mentubang, Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Setidaknya 16 relawan muda Rebonk angkatan 9 yang telah dilantik. Beberapa kegiatan yang dilakukan selama 3 hari dalam pelantikan relawan Rebonk (Relawan Bentangor untuk Konservasi) angkatan ke-9. Relawan Rebonk merupakan para relawan muda binaan Yayasan Palung.

Baca: TERPOPULER - Tiga Siswi SMA Tersangka Kasus Audrey, Hotman Paris Sebut KPPAD,hingga Menteri Muhadjir

Baca: Kalbar 24 Jam - Tuntutan Terduga Pelaku Kasus Audrey Pontianak, Hoaks dan Fakta, hingga Ria Ricis

Baca: Residivis Kasus Pencurian Dengan Pemberatan Diringkus Satreskrim Polres Ketapang

Dalam kegiatan tersebut mereka isi dengan berbagai kegiatan diantaranya melakukan diskusi tentang kerelawanan, materi tentang konservasi, materi terkait flora dan fauna. Kedua, Berbagi cerita tentang kerelawanan dan motivasi dari staf Yayasan Palung dan direktur Yayasan Palung, Terri Lee Breeden menyempatkan diri untuk hadir dalam kegitatan tersebut. Terri menyampaikan, bahwa relawan harus memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk melakukan hal-hal kecil terutama peduli dengan lingkungan sekitar tentunya dengan berbagai aksi nyata.

Relawan tak hanya konservasi, tetapi juga membaur dengan masyarakat. Kegiatan diskusi bersama dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi potensi dan sejarah di dusun tempat kami berkegiatan.

Selain itu, Relawan Rebonk angkatan ke-9 juga diajak untuk membaur bersama masyarakat. Pada kesempatan berdiskusi bersama masyarakat, mereka (relawan) diajak untuk membiasakan diri berani tampil dan membaur di masyarakat. Termasuk anggota relawan yang lama dan baru diajak untuk berani tampil memimpin jalannya diskusi.

Ketika berdiskusi, banyak informasi dan motivasi yang didapat oleh relawan rebonk yang baru dari masyarakat setempat. Diantaranya Relawan Rebonk bisa menggali informasi tentang sejarah asal usul nama daerah dusun Mentubang yang asal muasal namanya dari kata (antu bang). Di wilyah tersebut berdasarkan keterangan dari masyarakat, daerah yang memiliki potensi wisata seperti di Batu Tritip dengan pantainya, hutan mangrove, sekitar 9 ha hutan mangrove, Harapan Mulia hingga Simpang Hilir.

Selain itu, di Dusun Mentubang, rencananya Kepala Dusun bersama masyrakat akan menjadikan lahan-lahan pertanian menjadi potensi wisata pertanian.

sebagian besar masyarakat Mentubang adalah petani yaitu sekitar 60 %, nelayan 20%, sisanya swasta. Adapun pertanian masyarakat di desa Mentubang adalah padi, berbagai jenis kacang dan sayur-sayuran, durian, mangga, kelapa, sahang dan pisang.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved