BEM Poltesa Sesalkan Terjadinya Kasus Kekerasan Pada Remaja di Pontianak

Oggy Akmadani dan Baharuddin menyesalkan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh remaja yang masih duduk dibangku sekolah itu

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Presma dan Wapresma, serta Pengurus BEM Politeknik Negeri Sambas. 

BEM Poltesa Sesalkan Terjadinya Kasus Kekerasan Pada Remaja di Pontianak

SAMBAS - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh 12 remaja Sekolah Menengah Atas (SMA), terhadap remaja yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Poltesa, Oggy Akmadani dan Baharuddin menyesalkan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh remaja yang masih duduk dibangku sekolah itu.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh remaja SMA tersebut sangatlah tidak patut untuk dicontoh.

Dan tidak selayaknya seorang senior yang sudah menjejajaki bangku SMA, yang seharusnya menjadi contoh terhadap adik-adik yang masih duduk dibangku SMP.

Baca: Audrey Pontianak - KPAI Tak Bisa Sampaikan Perkembangan Kondisi Korban Pengeroyokan AU 14

Baca: Terkait Kasus Audrey, Abdullah: Penguatan Pendidikan Karakter dan Agama di Sekolah Penting

Baca: Pengakuan Terduga Pelaku soal Dugaan Merusak Organ Vital di Kasus Audrey Pontianak

Sontak saja, kejadian ini sudah viral disosial media terutama di jagad twitter dengan tagar #justiceforaudrey yang sudah tersebar dan menjadi trending topic di twitter.

Untuk itu, Oggy mengatakan kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. Dan harus diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini

"Kekerasan yang dilakukan oleh remaja SMA ini kita jadikan pembelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan disetiap permasalahan yang kita hadapi," ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Baca: Terkait Kasus Audrey, Abdullah: Penguatan Pendidikan Karakter dan Agama di Sekolah Penting

Baca: IPM Pendidikan Kabupaten Mempawah 6,31 Persen, Gusti Ramlana: Dorong Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Baca: Jelang Pencoblosan, Polisi Bangun Posko Pengamanan Pemilu

Sementara itu, Wapresma Poltesa
Baharuddin dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa tindakan kekerasan itu sangat tidak layak untuk dicontoh.

Terlebih lagi, permasalahan awalnya sepele dan berubah menjadi besar dikarenakan sikap dan tindakan yang telah dilakukan oleh remaja tersebut yang telah mencoreng pendidikan di Indonesia.

"Kami sangat prihatin dan sesalkan kejadian kekerasan yang telah terjadi baik kepada korban dan juga pelaku karena sama-sama masih duduk dibangku sekolah, masa depan mereka masih panjang," jelasnya.

"Kasihan kepada korban akibat kekerasan ini pasti dia mengalami trauma yang berat. Dan akan terus teringat hingga ia dewasa kelak, sedangkan kepada pelaku mereka telah mencoreng nama baik mereka sendiri dan juga mencoreng nama baik dunia pendidikan kita di Indonesia," sampainya.

Dikatakannya lagi, "Kami berharap kasus ini mendapat perhatian khusus baik oleh pihak kepolisian dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia agar korban mendapatkan pendampingan untuk pemulihan. Kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus kekerasan ini dan jangan sampai terulang kembali," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved