Antisipasi Karhutla, Helikopter Bell 412 Mulai Lakukan Water Bombing di Dua Kabupaten

TTA Nyarong memaparkan kabut asap beberapa hari terakhir memang mulai terasa di sejumlah daerah di Kota Pontianak dan sekitarnya

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Tri Pandito Wibowo
ISTIMEWA
Helikopter milik BPBD membawa water boombing untuk memadamkan api akibat Karhutla di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan 2018 lalu 

Antisipasi Karhutla, Helikopter Bell 412 Mulai Lakukan Waterbombing di Dua Kabupaten 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala BPBD Provinsi Kalbar TTA Nyarong memaparkan kabut asap beberapa hari terakhir memang mulai terasa di sejumlah daerah di Kota Pontianak dan sekitarnya, utamanya pada malam hari dan pagi hari.

Namu demikian hujan dengan intentistas ringan hingga sedang mulai mengguyur kota pontianak dan juga memberikan dampak hilangnya asap.

"Ndak bisa kita sangkal bahwa intensitas hujan mulai sedikit. Artinya kita mulai memasuki musim kemarau sehingga lahan gambut menjadi mudah terbakar," ujarnya kepada Tribun, Selasa (9/4/2019).

Baca: Simulasi Pemungutan Suara 2019, Ini Penegasan Kapolres Sanggau

Baca: Posting Kemegahan Bandara Tjilik Riwut di IG, Jokowi : Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Palangkaraya

Baca: Justice for Audrey Rajai Trending Twitter Hari Ini, Siswi SMP Pontianak Dikeroyok 12 Murid SMA

Ia juga menuturkan sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap bencana karhutla, pihaknya bersama dengan anggota posko di BPBD Kalbar dengan pihak terkait setiap harinya melakukan briefing pada pagi dan malam hari.

"Hal itu sebagai upaya untuk terus mengupadate informasi terbaru dan menerima masukan dari Kabupaten/Kota. Tadi dari Pak Dandim Mempawah, Kubu Raya, Sambas dan beberapa stake holder terkait lainya," ujarnya.

Ia juga memaparkan satu unit helikopter bell 412 juga sudah melakukan waterbombing di sejumlah titik api di area Kubu Raya dan Kota Pontianak. Sehingga tidak meluas membakar lahan gambut lainya.

Meski dengan kapasitas yang masih kecil, Nyarong memaparkan keberadaan helikopter yang melakukan water bombing akan di maskimalkan untuk secepat mungkin memadamkan titik api yang tidak bisa terjangkau oleh pemadam kebakaran lahan melalui darat.

"Dalam waktu seminggu kedepan kita juga mengajukan operasional satu helikopter dengan angkutan water bombing lebih besar," ujarnya.

Ia menambahkan helikopter bell 412 yang ada di Kalbar saat ini selain digunakan untuk melakukan waterbombing juga dioperasionalkan untuk melakukan patroli udara.

"Kapastias helikopter bell 412 sekarang hanya 1 ton, mungkin jika titik panas semakin banyak terdeteksi untuk waterbombing kapasitas 4 atau 5 ton bisa dioperasionalkan," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved