Lewat Aplikasi Hipo, Beli Pulsa Lebih Murah hingga Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan

ia memaparkan bahwa tugas Hipo adalah membidik para anak muda yang berpotensi dan Hipo memiliki tanggungjawab mengembangkan potensi tersebut.

Lewat Aplikasi Hipo, Beli Pulsa Lebih Murah hingga Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
CEO Hipo Andi Junaedi Nyompa memberikan pemaparan terkait Hipo ke hadapan para anggota Hipo di Pontianak, Sabtu (30/3/2019). 

Lewat Aplikasi Hipo, Beli Pulsa Lebih Murah hingga Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - CEO Himpunan Pengusaha Online (Hipo) Andi Juanedi Nyompa memastikan komitmen Hipo dalam menjalankan organisasi.

“Hipo ini bukan milik saya pribadi. Tapi ini milik seluruh anggota. Kita sudah membuat sistem dan itu telah berjalan,” ungkapnya saat hadir menjadi pembicara Seminar Akbar Hipo di Hotel Santika Pontianak, Sabtu (30/3/2019).

Baca: Hipo Gelar Seminar Akbar Hadirkan Langsung CEO Andi Junaedi

Baca: Hari Ini, BMKG Pantau 2 Titik Panas di Kalbar

Dengan jumlah anggota yang telah banyak, ia menuturkan ingin memberikan rasa aman bagi para anggotanya dalam beraktivitas di Hipo. Oleh karena itu, saat ini dirinya di pusat menyiapkan segala sesuatu terkait payung hukum sehingga legalitas Hipo semakin kokoh.

Lewat aplikasi Hipo, anggota bisa melakukan transaksi seperti PPOB. Contohnya itu beli pulsa. “Kalau beli pulsa 100 ribu di Hipo hanya membayar Rp 89.900, dan ini sangat murah sekali di Indonesia,” ujarnya.

Sekarang ini, Hipo juga telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bagi anggota yang mengalami kecelakaan kerja hingga kematian, maka BPJS akan siap menanggung.

Tapi ini diperuntukkan bagi ‘member loyal’, makanya diharapkan semua member Hipo masuk dalam kategori member loyal.

“Reward lainnya sangat banyak, satu di antaranya bisa digunakan di merchant yang memiliki mesin EDC,” ujar Andi.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan bahwa tugas Hipo adalah membidik para anak muda yang berpotensi dan Hipo memiliki tanggungjawab mengembangkan potensi tersebut. Contohnya, jika ada yang jago dalam sektor peternakan, tapi belum punya modal untuk usaha.

“Maka Hipo harusnya ada di situ, kita bantu mereka. Lalu untuk mereka yang sudah punya usaha tapi belum punya merek dagang, maka Hipo harus fasilitasi agar anggotanya terlindungi merek dagangnya,” papar pria asal Makassar tersebut.

Ke depannya dengan jumlah anggota yang terus bertambah, maka Hipo ia targetkan bisa meraup lebih banyak lagi pundi rupiah dari Google.

Oleh karena lewat aplikasi yang ada serta dipakai setiap hari dan setiap waktu oleh para anggota, tentu saja menjadi incaran Google khususnya untuk pariwara atau iklan.

“Setiap anggota yang sentuh aplikasi Hipo, maka Google harus bayar Rp 10. Perkiraan kami dari jumlah anggota dan intensitas memakai aplikasi maka paling tidak kita bisa menghasilkan Rp 50 juta dalam sehari. Intinya kami berkomitmen untuk terus mengembangkan Hipo,” sampainya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved