Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar Gelar Festival Permainan Tradisional

Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar festival permainan tradisional tingkat SD dan SMP se-Kota Singkawang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar festival permainan tradisional tingkat SD dan SMP se-Kota Singkawang di SMPN 7, Jalan Tani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (26/3/2019). 

Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar Gelar Festival Permainan Tradisional

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar festival permainan tradisional tingkat SD dan SMP se-Kota Singkawang di SMPN 7, Jalan Tani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (26/3/2019).
Festival permainan tradisional dibuka langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie ditandai dengan pelepasan balon.

Festival permainan tradisional ini diikuti sebanyak 34 peserta utusan SMP dan 52 peserta utusan SD dari 26 gugus.

“Festival ini bertemakan revitalisasi nilai-nilai budaya daerah melalui permainan tradisional,” kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat, Hendraswati.

Baca: HASIL Indonesia Vs Brunei, Link Live Streaming RCTI, Live Score & Cuplikan Gol Babak Pertama (1-0)

Baca: Kalbar 24 Jam - 3 CPNS Kubu Raya Undur Diri, Karhutla hingga Herman Asaribab Pangdam XII Tanjungpura

Baca: Atbah Tegaskan Larangan Kendaraan Roda Enam Melintas di Dua Jembatan Bersejarah Sambas

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan program kerja dari Balai Pelestarian Nilai Budaya yang diselenggarakan setiap tahun.

Namun untuk di Kota Singkawang baru bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Festival permainan tradisional ini dilatarbelakangi dari kegelisahan menghadapi era globalisasi saat ini.

Bagaimana perilaku anak-anak terutama karakter yang semakin hari, semakin memprihatinkan.

Oleh sebab itu, satu di antara usaha yang dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat adalah dengan diadakannya festival permainan tradisional.

“Kita ingin mengenalkan kembali dan memahami serta mengingatkan kembali pelestarian nilai budaya kepada anak-anak, serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved