Pesona Kulminasi
Firdaus Zarin Sebut Kegiatan Pesona Kulminasi Stagnan Tak Ada Peningkatan dan Kreatifitas
Kegiatan ini menurutnya hanya sebatas setemonial semata dan belum memberikan kesan dan daya tarik untuk wisatawan datang berkunjung.
Firdaus Zarin Sebut Kegiatan Pesona Kulminasi Stagnan Tak Ada Peningkatan dan Kreatifitas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan Pesona Kulminasi yang digelar oleh Pemkot Pontianai dimana, Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai penanggung jawab kegiatan dinilai oleh Anggota DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zarin stagnan dan didak ada inovasi yang signifikan dari tahun ke tahun pergelaran tersebut.
Kegiatan ini menurutnya hanya sebatas setemonial semata dan belum memberikan kesan dan daya tarik untuk wisatawan datang berkunjung.
"Kegiatan ini, kalau menurut saya jangan seremonial begini saja, rasanya acara yang diselenggarakan masih stagnan dan begini terus kegiatannya," ucap Firdaus Zarin saat diwawancarai, Kamis (21/3/2019).
Baca: Bupati Mempawah Hadiri HKN dan Peresmian Kantor Unit Metrologi Legal Mempawah di Bandung Jawa Barat
Baca: Anak Gampang Marah Jelang Ujian, Orangtua Harus Lakukan Ini
Baca: Rekapitulasi DPTb, Ternyata 20.830 Orang Pindah Memilih di Kalbar
Baca: DOA Buka Puasa Sunah Ayyamul Bidh 13, 14, 15 Bulan Rajab atau 21, 22, 23 Maret 2019
Firdaus Zarin, menegaskan belum ada kegiatan yang benar-benar maksimal dari panitia sehingga acara hanya ramai saat adanya pembukaan saja.
Ia meminta kegiatan harus dikemas dengan menarik, sehingga dapat mendatangkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pontianak tidak ada wiasata alam, maka kegiatan Pesona Kulminasi harua dikemas dengan baik dan mampu menarik wisatawan.
"Acara dari dulu stagnan, hanya kumpul bernyanyi, wali kota mendirikan telur ya begitu saja setiap tahunnnya,"tambah Zarin.
Diantanya mengenai supot anggaran dari DPRD terhadap program kepariwisataannya dan Pesona Kulminasi ia menegaskan pemerintah paling paham, dalam hal ini tentunya dinas pariwaisata.
"Kalau berkaitan anggaran kurang sebetulnya dinas yang lebih paham, kita pasti suport asalkan dananya terukur. Event tahunan ini harus dikemas dengan baik jangan sampai stagnan seperti ini," terangnnya.
Ia berharap kegiatan dilaksanakann seminggu, misalnya mengundang artis dan ada parade budaya sehingga menarik orang datang. Kemudian acara puncak harus dikemas lebih meriah dan ada suatu ciri khas jangan hanya mendirikan telur saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/guru-ngaji_20180127_164528.jpg)