Pemilu 2019

JaDI Nilai Kampanye Rapat Umum Terbuka Rawan Gesekan Antar Pendukung

Presedium JaDI Kalbar Umi Rifdiawaty mengatakan rapat umum inikan hanya salah satu bentuk atau metode kampanye

JaDI Nilai Kampanye Rapat Umum Terbuka Rawan Gesekan Antar Pendukung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati. 

JaDI Nilai Kampanye Rapat Umum Terbuka Rawan Gesekan Antar Pendukung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presedium JaDI Kalbar Umi Rifdiawaty mengatakan rapat umum inikan hanya salah satu bentuk atau metode kampanye yang melibatkan jumlah massa/pendukung yang banyak dan bisa dilakukan di lapangan terbuka atau gedung dengan daya tampung yg besar yang pelaksanaannya dilakukan 21 hari sebelum masa tenang.

Rapat umum inikan adalah metode kampanye yang dilakukan hampir diujung masa kampanye, dengan pengerahan jumlah massa yg banyak memang memang sangat berpotensi untuk menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan.

Misalnya gesekan antar massa pendukung dan potensi pelanggaran lalu lintas, potensi pelanggaran lainnya adalah kepatuhan peserta pemilu yang menyelenggarakan rapat umum terhadap aturan tentang pemberian ongkos transportasi dan konsumsi yang tidak boleh diberikan dalam bentuk uang.

Baca: Live Stream Malaysia Vs Singapura, Sepakbola The Airmarine Cup 2019 Mulai Berlangsung Jam 19.45 WIB

Baca: Rapat Kampanye Terbuka, Parpol dan Capres Boleh Bersamaan

Baca: Laga Perempat Final Piala Presiden 2019 Digelar Tanpa Extra Time, Ini Penjelasan PSSI

Untuk itu sudah selayaknya kampanye rapat umum ini dilakukan dalam durasi waktu yg pendek selama masa kampanye, mengingat kampanye dalam bentuk tatap muka, pertemuan terbatas, pemasangan APK dan Bahan Kampanye juga sudah berlangsung lama.

Kalau bicara efektivitas, sebagai salah satu metode kampanye, Rapat Umum tentu punya dampak meskipun kalau menurut saya yang paling efektif adalah tatap muka dan pertemuan terbatas dimana peserta pemilu bisa langsung menyapa dan berdialog dengan pemilih selain itu mungkin biaya juga lebih kecil dibanding rapat umum yang mengerahkan massa dalam jumlah besar tentu juga memerlukan biaya yang besar.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved