Ratusan Kilogram Narkotika Gagal Serang Kalbar, Kapolda: 1, 2 Juta Jiwa Terselamatkan
Irjen Pol Didi Haryono mengatakan dari hasil pengungkapan tindak pidana narkotika jenis sabu dan extacy ratusan kilogram
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Madrosid
Ratusan Kilogram Narkotika Gagal Serang Kalbar, Kapolda: 1.2 Juta Jiwa Terselamatkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan dari hasil pengungkapan tindak pidana narkotika jenis sabu dan extacy ratusan kilogram berhasil menyelamatkan lebih dari 1.2 juta jiwa dimana para pelaku berasal dari luar Kalbar.
"Kalau saya melihatnya dari tiga hal, yang pertama dari barang buktinya, kedua domisili pelaku dan ketiga modus operandinya," kata Kapolda saat press release dan pemusnahan barang bukti narkotika di BNNP Kalbar, Jalan Parit Haji Husein II, Pontianak Selatan, Selasa (19/3/2019) pagi.
Pertama kata dia, barang buktinya 107 kg dari 100 bungkus. Ekstasinya 114.699 butir dari 23 bungkus.
Irjen Pol Didi Haryono berasumsi, "Kalau satu gram nya ini dapat digunakan 8 orang, 107 kg sama dengan 107.000 gram dikali 8. Saya hitung 856 ribu jiwa terselamatkan," paparnya.
Baca: Iwapi Gelar Expo UMKM dan Berharap Mampu Berikan Solusi Atasi Pengangguran
Baca: Kapolsek Banyuke Sambangi Warga, Ini Pesan Yang Disampaikan
Baca: Badan Pemeriksa Keuangan RI Gelar Kuliah Umum di IAIN Pontianak
Baca: Butuh Bantuan Untuk Operasi, Bayi 7 Bulan Alami Retak Tulang Tengkorak Akibat Lakalantas
"Belum yang ekstasi. Satu butir bisa digunakan 3 orang. Itu jumlahnya 344.097 jiwa terselamatkan," imbuhnya.
Kapolda mengatakan, kalau dijumlah 1.200.097 jiwa terselamatkan, "bayangkan Pontianak saja penduduknya tidak lebih dari satu juta. Kurang lebih 700 ribuan. Se-kota Pontianak akan hancur gara-gara barang haram ini," ungkapnya.
Kedua Irjen Pol Didi Haryono menilai dari domisili pelaku, dimana ada 19 barang bukti yang disita, sedangkan domisili para pelaku bukan dari Kalbar mereka berdomisili di Batam.
Diketahui kedua tersangka menerima barang haram itu dari sekitar Pantai Gosong, Bengkayang, Kalbar, diduga barang tersebut diselundupkan lewat jalur laut.
"Kalau kita lihat, jalur laut kita memang berbatasan langsung dengan Kepulauan Riau. Ada yang namanya Anambas, Natuna dan Batam, jalur lautnya. Lintasan laut ini yang dimanfaatkan oleh mereka," ujar Kapolda.
Irjen Pol Didi Haryono menekankan bahwa, domisili orang asing di wilayah Kalbar perlu kita curigai. "Apalagi mobilnya rata-rata plat nomornya dari Jakarta. Domisili pelaku bukan dari Kalbar, tapi Kepulauan Riau," timpalnya.
Ketiga Irjen Pol Didi Haryono melihat dari dari modus operandi pelaku. "Jangankan yang banyak begini, yang gram-gram pun dapat kita deteksi, apalagi yang banyak begini. Karena warga Kalbar sudah peka dan jera dengan barang-barang haram ini," katanya.
Kapolda mengatakan, hasil pengungkapan kasus besar ini berasal dari informasi masyarakat oleh sebab itu peran serta masyarakat sangat penting dalam menyapu bersih narkotika di Kalbar.
"Tentunya kita dapat laporan dari masyarakat soal barang-barang ini, mau di sungai, mau di laut, apalagi di darat, masyarakat harus cepat memberikan informasi," ujarnya.
Tolong kata dia, teman-teman terus gelorakan kepekaan kita, kesensitifitasan kita terhadap barang-barang yang dapat mengganggu keberlangsungan generasi penerus bangsa ini.
"Modus operandi apapun yang dilakukan pelaku, ada daya tangkal dan daya cegah yang dilakukan masyarakat. Kalau ini lolos pak, satu juta dua ratus lebih tadi akan merembet lagi. Mau bagaimana generasi muda kita nanti, khususnya di Kalbar," pungkasnya.