24,7 Persen Kehamilan Tak Terencana di Kalbar, Akibat Pergaulan Bebas

Kusmana menyampaikan Kegiatan ini adalah kegiatan rutinitas yang digelar oleh BKKBN. Secara nasional memang difokus pada Generasi Berencana

24,7 Persen Kehamilan Tak Terencana di Kalbar, Akibat Pergaulan Bebas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Suasana senam bersama saat kegiatan Genre Ceria yang dihadiri oleh Deputi Bidang KSPK BKKBN, M Yani dan Kaper BKKBN Kalbar, Kurmana, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Asisten Tiga Gubernur Kalbar, serta forum Genre Kalbar. Di Halaman Museum Kalbar, Minggu (17/3/2019). 

24,7 Persen Kehamilan Tak Terencana di Kalbar, Akibat Pergaulan Bebas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat menggelar kegiatan Genre Ceria 2019 sekaligus sosialisasi pembangunan keluarga berkualitas bersama mitra kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana menyampaikan Kegiatan ini adalah kegiatan rutinitas yang digelar oleh BKKBN. Secara nasional memang difokus pada Generasi Berencana (Genre), sedangkan Kalbar sendiri fokus Genre ini sudah berjalan lima tahun belakangan.

Ia menjelaskan mengapa Kalbar sejak lima tahun belakangan sudah fokus terkait Genre. Karena data dan persoalan di Kalbar khususnya mengenai remaja sangat banyak.

"Mulai dari usia lamanya sekolah yang masih rendah, bahkan usia lulus SD mau masuk ke SMP sudah ada yang menikah. Kemudian banyak remaja yang sudah terjerat penyalahgunaan nrkoba,"ucap Kusmana saat diwawancarai, Minggu (17/3/2019).

Kemudian d hubungan diluar nikah sangat banyak di Kalbar sehingga angka kehamilan tidak direncanakan di Kalbar mencapai 24,7 persen, artinya mereka hamil tidak sengaja karena pergaulan bebas remaja.

"Bahkan saat kita berkunjung didaerah, banyak anak-anak yang sudah mempunyai anak," tambahnya Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar yang kerap juga disapa Ayah Uung.

Baca: Ustadz Abdul Somad Sebut Korban Penembakan Masjid di Selandia Baru Mati Syahid

Baca: Dalam Bukunya SBY Bongkar Ada Sosok yang Kelewat Ambisius Ingin Jadi Presiden RI, Siapa Dia?

Baca: BREAKING NEWS - Pendukung Prabowo Subianto Padati Istana Kadriah, Trimono Berpenampilan Ekstrem

Berangkat dari persoalan itu, BKKBN terus mengkapanyekan Generasi Berencana. Memang saat ini hasilnya sudah mulai nampak dan ia mengakui terus melakukan advokasi agar para remaja Kalbar khususnya mampu menyongsong cita-citanya.

"Harus kita tangani bersama, kita sangat tinggi dari indikator kehamilan tidak diinginkan, angka 24,7 persen harus kita sikapi bahwa memang program yang mengarah pada remaja harus kita galakan," ujarnya.

BKKBN sangat menyambut baik kebijakan Gubernur Kalbar, Sutarmidji tentang sekolah gratis sampai SMA. Kebijakan itu upaya membuat para temaja Kalbar tidak menikah muda. Dengan bersekolah mereka secara otomatis tidak akan menikah diusia muda dan pikiran mereka terbuka.

"Aspek pernikahan dini memang kita tidak terlalu kalah dengan provinsi lainnya. Yang masih sangat menjadi perhatian adalah kelompok umur 15-19 tahun ini dan kita di Kalbar tertinggi se Indonesia. Bahkan kita lebih tinggi dari Papua, dan Hamil tak diinginkan kita juga tertinggi di Indonesia," tambahnya.

Para remaja yang tergabung dalam Forum Genre, PIKR, Forum Anak Daerah diharapkan menjadi pioner dan aktor dalam memberikan advokasi pada teman sebaya mereka. Sehingga remaja Kalbar terhindar dari kehamilan tak terencana atau hamil sebelum menikah, terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved