Kasus Batu Antimoni P-21, Ini Penjelasan Kasi Pidsus Kapuas Hulu

Penyerahan para tersangka dan barang bukti akan dilakukan pemeriksaan tersangka dan barang bukti.

Kasus Batu Antimoni  P-21, Ini Penjelasan Kasi Pidsus Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Saparudin tersangka kasus dugaan barang illegal batu jenis Antimoni, saat dibawa ke tahan Rutan Klas IIB Putussibau, Kamis (17/1/2019) malam. 

Kasus Batu Antimoni  P-21, Ini Penjelasan Kasi Pidsus Kapuas Hulu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Ricky Rionart Panggabean menyatakan, berkas Perkara Kapabeanan dari Penyidik Bea dan Cukai Badau Kabupaten Kapuas Hulu atas nama tersangka Saparudin, Mahadi, dan Rinda Yudi dinyatakan Sudah Lengkap (P-21).

"Adapun pasal sangkaan terhadap para tersangka diatas yaitu masing-masing melanggar Pasal 102 A Huruf (a) dan (e) UU No. 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No.10 tahun 1995  tentang Kepabeanan jo Pasal 56 KUHP dimana Para Tersangka diancam Hukum Pidana Penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan Pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah)," ujar Ricky Rionart Panggabean, Jumat (15/3/2019).

Baca: Cegah Hacker, Bawaslu Singkawang Harap IT KPU Punya Tingkat Keamanan Tinggi

Baca: 22 Atlet Sekadau Ikut Seleksi Pra PON, Ini Harapan Ketua KONI Sekadau

Ricky menjelaskan, sebelumnya pada saat Penyidik Bea dan Cukai Badau mengirimkan Berkas Perkara Para Tersangka  (Tahap I), masih terdapat kekurangan Syarat Formil dan Materil. Kemudian JPU membuat petunjuk kepada Penyidik, untuk melengkapi Berkas Perkara. 

"Setelah Penyidik melengkapi berkas perkara sesuai Petunjuk JPU, dan menyerahkan berkas perkara yang sudah dilengkapi oleh Penyidik, kemudian JPU mempelajari Berkas Perkara yang dikembalikan oleh Penyidik untuk memastikan apakah Petunjuk JPU sudah dilengkapi apa belum," ucap Ricky Rionart Panggabean.

Terkait berkas perkara yang sudah dikembalikan oleh Penyidik, kata Ricky bahwa berkas perkara Batu Antimoni Atas nama tersangka Saparudin, Mahadi, dan Rinda Yudi, dinyatakan Sudah Lengkap (P-21).

Setelah dinyatakan berkas perkara Lengkap oleh JPU, kemudian JPU menyampaikan kepada Penyidik untuk menyerahkan para tersangka dan harang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (Tahap II), sesuai dengan jadwal yang disepakati antara Penyidik dan JPU pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2019.

"Penyerahan para tersangka dan barang bukti akan dilakukan pemeriksaan tersangka dan barang bukti. Mengenai pemeriksaan para tersangka dimana JPU berpendapat akan melakukan penahanan terhadap para tersangka antara lain, tersangka Saparudin, Mahadi, dan Rinda Yudi. Dimana masing-masing dilakukan lenahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Putussibau," ujar Ricky Rionart Panggabean.

Menurutnya, terkait kewenangan penahanan dimana sebelumnya penyidik yang berwenang melakukan Penahanan terhadap para tersangka, dimana untuk tersangka Saparudin dan Rinda Yudi di Tahan di Rutan Putussibau, sementara terhadap tersangka Mahadi dilakukan Tahanan Kota.

Setelah Penyidik menyerahkan tersangka dan Barang bukti (Tahap II) kewenangan Penyidik terkait lenahanan sudah berakhir dan berahli ke JPU.

"Terhadap Tersangka Mahadi, Saparudin, dan Rinda Yudi, JPU berpendapat melakukan lenahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Putussibau. Sedangkan terkait barang bukti, JPU akan meneliti barang bukti apakah sudah sesuai Jumlah nya dan Jenis nya sesuai Penetapan Penyitaan dari Pengadilan Negeri Putussibau," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved