Suhardi: 26 April Pembangunan Jembatan Landak II Harus Selesai
"Pembangunan ini tidak ada perpanjangan waktu sehingga harus rampung semuanya sesuai kontraknya
Suhardi: 26 April Pembangunan Jembatan Landak II Harus Selesai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kontrak pembangunan Jembatan Landak II selama 20 bulan dan pertanggal 26 April 2019 ini, kontrak tersebut selesai.
Maka segala proses pembangunam fisik jembatam yang dibangun dengan APBN tersebut harus sudah rampung.
Menurut Tim Konsultan Pengawas, Suhardi saat dilakukan peninjauan oleh Anggota DPRRI, Syarif Abdullah Alkadrie dan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bahwa dalam beberapa hari kedepan seluruh kerangka baja akan tersambung.
"Kalau rangka ini, minggu depan tersambung. Tinggal sedikit saja yang belum inikan," ucap Suhardi, Kamis (7/3/2019).
Baca: Uji Coba, Pesawat Cessna 208 Caravan Berhasil Mendarat di Singkawang
Baca: Live INDOSIAR Tira Vs Perseru Jam 18.30 WIB, Penentu Nasib Persib Bandung di Piala Presiden
Para pekerja harus mengejar target penyelesaikan tersebut. Pertanggal 26 April 2019 manti ia tegaskan kontrak kerja fisik jembatan ini selesai. Apalagi ia mendengar tidak ada perpanjangan waktu pengerjaan.
Saat ini, ia menjelaskan tinggal pangkal di arah utara yang masih dikerjakan sedangkan kawasan Pontianak timur sudah rampung tinggal diaspal.
"Pembangunan ini tidak ada perpanjangan waktu sehingga harus rampung semuanya sesuai kontraknya," ujar Suhardi.
Lantai jembatan tinggal di cor, dan menunggu umur beton cukup. Apabila sudah masuk standar umur betonnya maka dapat dilalui truck molen untuk pengerjaan pengecoran lanjutan lantai jembatan.
Jembatan Landak II memiliki lebar sembilan meter dengan dan dipotong trotoar satu meter kiri-kanan sehingga luasnya manjadi tujuh meter.
"Kalau panjangnya jembatan ini sekitar 500 meter dari titik 0 hingga pangkal akhir," tambahnya.
Sedangkan untuk anggaran pembangunan, Suhardi menyebutkan Rp73 miliar. Anggara tersebut diluar biaya kerangka baja yang sudah diadakan kementerian PUPR.
"Anggaran Rp73 miliar hanya untuk biaya pembangunan. Jumlah itu diluar dari biaya kerangka bajanya,"ujar Suhardi.
Ia berharap semua pekerja dapat bekerja maksimal, karena waktu pembangunan tidak ada perpanjangan.
"Saat ini belum ada kendala, semoga para pekerjanya mampu memaksimalkan waktu yang tersisa ini,"pungkasnya.