Inflasi Kota Singkawang Bulan Februari 2019 Capai 1,68 Persen

Indek Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga

Inflasi Kota Singkawang Bulan Februari 2019 Capai 1,68 Persen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Berita Resmi Statistik (BRS) Inflasi, Ekspor Impor, Pariwisata dan Nilai Tukar Petani di Ruang Rapat BPS Provinsi Kalbar, Jumat (1/2/2019). 

Inflasi Kota Singkawang Bulan Februari 2019 Capai 1,68 Persen

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Indek Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (Inflasi/Deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (Hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik.

Baca: Hilda Vitria Dikabarkan Putus dengan Billy Syahputra, Video Mesra Billy dan Angela Lee Beredar

Baca: VIDEO: Penjelasan Kapolsek Terkait Penemuan Mayat Bayi di Penampungan Limbah

Baca: Wasekjen Andi Arief Terjerat Kasus Narkoba, Demokrat Tetap Pede Raih 10 Persen Suara di Pemilu 2019

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Singkawang pada Februari terjadi inflasi sebesar 0,49 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 137,93 pada Januari 2019 menjadi 138,60 pada Februari 2019.

"Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2019 sebesar 1,68 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Ferbruari 2019 terhadap Februari 2018) sebesar 3,47 persen," kata Kepala BPS Kota Singkawang, Firmansyah melalui rilis yang diterima tribunpontianak.co.id, Selasa (5/3/2019).

Inflasi bulan ini terjadi karena kenaikan indeks pada enam jenis kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada satu jenis kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah bahan makanan sebesar 0,26 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,36 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen; kesehatan sebesar 0,07 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen; transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,46 persen.

Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,30 persen.

Beberapa komuditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada Februari 2019 adalah angkutan udara, cabe merah, sawi hijau, sawi putih, kacang panjang, bayam, oyong/gambas, kangkung dan susu cair kemasan.

Baca: Wasekjen Andi Arief Terjerat Kasus Narkoba, Demokrat Tetap Pede Raih 10 Persen Suara di Pemilu 2019

Baca: Kubu TKN Terima Sumbangan Dana Kampanye Rp 48,249 Miliar Dari 18 Perusahaan Non Pemerintah

Baca: Sentuh Pagar Teraliri Listrik, Dua Murid dan Guru SMP Tersetrum

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan pada Februari 2019 adalah Cabe hijau, ketimun, daging ayam ras, ayam hidup, cabai rawit, jagung manis, semangka, emas perhiasan, ikan dalam kaleng dan telur ayam kampung.

Tingkat inflasi tahun kalender (Februari) 2019 adalah sebesar 1,68 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2019 terhadap Februari 2019) adalah sebesar 3,47 persen.

Pada Februari 2019, dari 82 kota IHK di Indonesia, tercatat 13 kota mengalami inflasi dan 69 kota mengalami deflasi.

Dari sembilan kota IHK di pulau Kalimantan tercatat bahwa empat kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi.

"Inflasi Kota Singkawang menempati ranking ke-3 dari 82 kota se Indonesia," jelasnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved