Tarif Kargo Naik, Andi: Berdampak Pada Perekonomian dan Jual Beli Masyarakat

Kenaikan ini berdampak pada perekonomian dan jual beli masyarakat di Indonesia, khususnya Mempawah

Tarif Kargo Naik, Andi: Berdampak Pada Perekonomian dan Jual Beli  Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Andi Kamaludin. 

Tarif Kargo Naik, Andi: Berdampak Pada Perekonomian dan Jual Beli Masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID., MEMPAWAH – Naiknya tarif tiket pesawat dan tarif kargo atau surat muatan udara (SMU) juga mengalami kenaikan di setiap maskapai mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat, Andi Kamaludin.

Dia  menilai kenaikan tarif kargo ini berdampak pada perekonomian dan jual beli masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Mempawah.

“Kenaikan ini berdampak pada perekonomian dan jual beli masyarakat di Indonesia, khususnya Mempawah. Karena pelaku bisnis ini kan mengedepankan keuntungan, dengan adanya kenaikan tarif ini. Pelaku bisnis akan rugi jika tidak naikkan tarif penjualan, namun jika dinaikkan omset mereka otomatis menurun,” ujar Andi saat dihubungi Tribun, Kamis (14/2/2019).

Selain itu, Andi mengatakan dampak kenaikan ini juga berpengaruh pada daya beli masyarakat, karena produsen atau penjual harus menaikan harga jual.

Baca: Ditunjuk Sebagai Ketua Pansel Lelang Terbuka Sekda Kalbar, Eddy Suratman: Saya Terkejut

Baca: Tarif Kargo Naik, Pengaruhi Tarif Pengiriman Logistik Kantor Pos Mempawah

”Dalam hal ini, kita berharap pemerintah jangan berdiam diri. Pemerintah harus memiliki solusi untuk mengatasi masalah ini, karena kita lihat persoalan diberbagai maskapai penerbangan ini. Selama ini tidak ada ketetapan tarif, sehingga muncul dugaan permainan penentuan tarif,” ungkap Andi.

Andi menegaskan kenaikan tarif kargo ini, juga menjadi persoalan penting. Bagaimana pemerintah hadir didalamnya, sehingga tidak seperti ini. Yang terkadang turun, kemudian melambung tinggi.

“Ini disebabkan karena tidak ada aturan yang mengatur tarif tersebut, yang jadi pertanyaan kemana persoalan hukum yang mengatur tentang ini. Jadi kita harapkan Pemerintah melalui Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara-red) dan Kementerian Perhubungan bisa hadir, dalam menyelesaikan persoalan ini,” pungkas Andi.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "tribunpontianak" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails fr

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved