Pilpres 2019

Dukung Jokowi, Fadli Zon Sebut Muchdi Pr Sudah Dua Kali Pindah Partai

Jarang ya (berkomunikasi) karena kan Pak Muchdi ini kan sudah dua kali pindah partai. Dari Gerindra pindah ke PPP (Partai Persatuan Pembangunan)

Dukung Jokowi, Fadli Zon Sebut Muchdi Pr Sudah Dua Kali Pindah Partai
(KOMPAS/PRIYOMBODO)
Terdakwa mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap aktivis hak asasi manusia, Munir, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2006). 

Dukung Jokowi, Fadli Zon Sebut Muchdi Pr Sudah Dua Kali Pindah Partai

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak mempersoalkan sikap Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono ( Muchdi Pr) yang mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Fadli mengungkapkan bahwa sejak memutuskan keluar dari Partai Gerindra, Muchdi Pr sudah jarang berkomunikasi dengan ketua umumnya, Prabowo Subianto.

"Jarang ya (berkomunikasi) karena kan Pak Muchdi ini kan sudah dua kali pindah partai. Dari Gerindra pindah ke PPP (Partai Persatuan Pembangunan), pindah ke Partai Berkarya. Jadi udah pindah-pindah, hak beliau lah," ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sebelum memutuskan pindah ke Partai Berkarya, Muchdi Pr merupakan salah satu petinggi Partai Gerindra.

Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara itu tercatat ikut mendirikan Gerindra bersama Prabowo Subianto dan Fadli Zon.

Setelah lama di Partai Gerindra, Muchdi memutuskan bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 18 Februari 2011 di Solo, Jawa Tengah.

Baca: BKKBN Sosialisasikan Program KKBPK Melalui Kesenian Wayang Kulit

Baca: Zakaria: Forum Konsultasi Publik Bertujuan Menjaring Saran dan Masukan Perancangan RKPD 2020

Pernyataan itu disampaikan Muchdi saat bertemu sejumlah tokoh PPP di kediaman Koordinator PPP eks Karesidenan Surakarta Mudrick Malkan Setiawan Sangidoe.

Fadli pun yakin dukungan Muchdi Pr tak akan banyak mempengaruhi tingkat keterpilihan pasangan Jokowi-Ma'ruf, meski Muchdi pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN).

"Enggak berpengaruh lah. Kami juga ahli kok. Kami juga banyak yang ahli ya," kata Fadli.

Halaman
12
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved