Citizen Reporter

Meningkat 94 Persen dari Tahun 2017, Kasus Ujaran Kebencian di Kalbar 2018 Sebanyak 37 Laporan

Pegang teguh komitmen netralitas TNI sehingga pesta demokrasi berjalan dengan aman, lancar, damai dan sukses.

Meningkat 94 Persen dari Tahun 2017, Kasus Ujaran Kebencian di Kalbar 2018 Sebanyak 37 Laporan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono SH MH saat jalan bersama dengan pejabat TNI dan sejumlah pejabat Pemprov Kalbar 

Citizen Reporter
Kepala Urusan Produk Kreatif Multi Media Humas Polda Kalbar AKP Cucu Safiyudin MH

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sepanjang 2018, kasus ujaran kebencian atau  hate speech meningkat di Kalbar. Berdasarkan data Polda Kalbar berjumlah 37 laporan.

Hal itu mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang berjumlah 19 laporan. Artinya mengalami peningkatan 94 persen. 

“Ini nyaris seratus persen kasus ujaran kebencian. Rata-rata yang dilaporkan akibat dampak media sosial. Mereka tidak terima, akhirnya melaporkan kepada kami,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH  seusai menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib  dan Yustisi Polisi Militer di depan Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Jalan Rahadi Usman No.1, Kota Pontianak, Jumat (8/2/2019).

Didi Haryono,  mengaku perihatin atas kasus ujaran kebencian itu. Karena, sebenarnya media sosial itu jika digunakan dengan baik dan benar tentu akan berdampak positif. 

“Melek media sosial itu bukan malah menyebarkan informasi bohong. Ini malah berdampak negatif. Sangat disayangkan. Marilah bijak menggunakan media sosial,” ujar Didi Haryono.

Baca: Peduli dengan Olahraga, Sejumlah Tokoh dapat Penghargaan dari SIWO PWI

Baca: Ishaq Saleh Tutup Usia, Kenangan Syafaruddin Usman hingga Sejumlah Terobosan Almarhum untuk Kalbar

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH kembali mengingatkan, kepada jajaran harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Caranya adalah memberitahu dan diskusi bersama di semua kalangan masyarakat.

“Polsek kami kedepankan, Peran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat. Para personel Bhabinkamtibmas inilah diharapkan dapat memberikan perubahan berarti. Ingat, menjadi anggota Polisi itu mengayomi, melindungi, melayani. Bukan dilayani,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menegaskan.

Ia  menegaskan, polisi di era demokrasi menghadapi ekskalasi tantangan dalam setiap zaman. Polisi pun diharuskan bertindak progresif kontekstual yang hanya bisa dilakukan bila ada upgrading skill, attitude, knowledge, experiental.

“Saat ini kita berada pada era globalisasi, lahirnya dunia baru cyber space atau dunia maya yang menyebabkan terjadinya revolusi dalam berbagai bidang kehidupan. Terpenting dalam pengelolaan interaksi dunia maya ialah penyiapan sumber daya manusia yang kapabel untuk menghadapi dan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi.  Lantas, siapa harus menyiapkan dan membangun budaya dan peradaban polisi yang profesional untuk menghadapi masa depan yang lebih berat? Kita!,” kata Didi Haryono SH MH.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved