Kasus DBD Cendrung Alami Kenaikan, Ini Imbauan Kadis Kesehatan Sanggau

Jones menegaskan, Pemberantasan sarang nyamuk, merupakan cara efektif mencegah DBD. Pemberantasan sarang nyamuk

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian 

Kasus DBD Cendrung Alami Kenaikan, Ini Imbauan Kadis Kesehatan Sanggau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian mengaku khwatir, karena ada trend kenaikan kasus deman berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau tahun 2019.

Untuk itulah, pihaknya melakukan fogging masal di kecamatan Tayan Hilir.

“Tahun 2017 sebanyak 224 kasus, tahun 2018 sebanyak 171 kasus dan Januari 2019 sudah ada 8 kasus.
Saya khawatir ada trend naik di 2019 ini. makanya kami melakukan fogging masal disatu pulau yang mengalmi rend kenaikan di Kecamatan Tayan Hilir, karena kasus disana itu meningkat, 4 sampai 5 kasus kalau tidak salah saya. Untungnya tidak ada yang berakibat fatal, ” katanya kemarin.

Baca: Pemkab Mempawah Gelar Upacara HUT Ke-62 Pemprov Kalbar

Baca: Update Kondisi Cuaca di Kota Sanggau Pagi Ini, Senin (28/1/2019)

Yang pasti, lanjut Jones, jumlah kasusnya sporadis, disana satu, disini satu, mau tidak mau fogging masal. Kalau hanya disatu lokasi saja kita lakukan fogging fokus daerah dilokasi itu saja radius 200 meter.

“Tapi karena banyak tadi dilokasi berbeda, mau tidak mau kita lakukan fogging masal, ” tuturnya.

Jones menegaskan, Pemberantasan sarang nyamuk, merupakan cara efektif mencegah DBD. Pemberantasan sarang nyamuk inikan cuma mengubur, menutup dan menguras atau 3 M.

“Misalnya dia ke luar rumah ni, ketemu kaleng minum bekas dikuburlah itu, atau ada bak mandi yang tidak bisa ditutup dikuraslah semiggu sekali, selesai. Sederhana saja tapi kadang hal seperti ini dianggap enteng oleh masyarakat padahal itu sering kita sosialisasikan, ” tegasnya.

Jones menjelaskan, Kabupaten Sanggau merupakan daerah endemis DBD dan tidak ada satupun Kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau yang tidak pernah kena kasus demam berdarah dan yang paling tinggi itu Kota Sanggau.

“Hal itu disebabkan tingkat mobilitas masyarakatnya tinggi diperparah dengan kurang sadarnya masyarakat terhadap DBD. Misalnya di Sanggau ini ada 100 kasus, 60 persennya ada di Kota Sanggau, kalau Kecamatan lain itu sebenarnya sporadis tapi tetap endemis dia, ” tuturnya.

Tahun 2019, kasus DBD masih menjadi perhatian serius yang akan ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau. “Sebenarnya sepanjang tahun, karena kasus ini fluktuatif. kadang naik kadang turun. dan itu tergantung keaktifan masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk, ” ujarnya.

Untuk itu, Jones mengajak masyarakat berperan aktif mencegah DBD dengan cara yang paling sederhana yakni menutup, mengubur dan menguras.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved