Yanto Komitmen Bayar Iuran JKN Bukan Karena Sakit, Tapi Ingin Membantu Sesama

Ia pun mengetahui jika menggunakan kartu JKN-KIS dapat membantu biaya pengobatan bahkan sampai sakit yang parah.

Yanto Komitmen Bayar Iuran JKN Bukan Karena Sakit, Tapi Ingin Membantu Sesama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Yanto saat menunjukkan kartu JKN KIS

Yanto Komitmen Bayar Iuran JKN Bukan Karena Sakit, Tapi Ingin Membantu Sesama

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Yanto (35) datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Pontianak untuk mencetak kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Jumat (4/12/2019).

Yanto, pekerja mandiri dengan penghasilan yang bisa dikatakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Meskipun pekerjaannya sebagai pembuat batako, Yanto mengaku sudah sejak lama ingin mendaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Namun khawatir belum bisa membayar iuran tepat waktu sehingga ia mengurungkan terlebih dahulu niatnya tersebut. 

Baca: Kerjasama dengan Bank BCA, Killin: Banyak Pelanggan PDAM Berdomisili di Luar Singkawang

Baca: Laksanakan Apel Komitmen Integritas, Kompol Anton Ingin Ubah Mindset Personel Agar Ikhlas Melayani

“Alhamdullilah ada sedikit rezeki 2 minggu yang lalu,  dan saya langsung mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.  Begitu sudah waktunya membayar iuran pertama saya langsung ke salah satu mini market dekat rumah yang menerima pembayaran iuran JKN-KIS. Mudah sekali, cukup menunjukan nomor virtual account yang diberikan, saya langsung bisa bayar. Sekarang pun kartu KIS saya sudah tercetak, lega dan tenang sekali rasanya sudah memegang kartu KIS untuk saya dan keluarga," tutur Yanto.

Yanto menceritakan, ia sudah lama mendengar program JKN-KIS melalui televisi dan radio bahkan tetangganya, namun baru sekarang kesampaian untuk mendaftar.

Ia pun mengetahui jika menggunakan kartu JKN-KIS dapat membantu biaya pengobatan bahkan sampai sakit yang parah.

Baca: Inspektorat Kalbar Tegaskan Saber Pungli Bagian dari Pengawasan

Baca: Pulihkan Korban Pencabulan, Ini Yang Dilakukan Polresta Pontianak

“Saya mendaftar bukan karena saya mau sakit atau sedang sakit, tetapi saya takut nanti kalau saya atau istri dan anak-anak sakit bagaimana saya mencari uang untuk berobat.  Kalau hanya pilek dan batuk mungkin masih bisa beli obat di warung, namun jika lebih dari itu bagaimana saya mengobatinya,” ungkap Yanto.

Menurutnya dengan Rp. 25.500/perorang/perbulan cukup terjangkau bagi dirinya  untuk memiliki jaminan kesehatan jika dibandingkan dengan asuransi komersial yang ada saat ini.

Yanto merasa semakin terbantu ketika ia mengetahui kanal pembayaran JKN-KIS yang semakin banyak dan mudah dijangkau olehnya.

“Saya berkomitmen untuk selalu membayar iuran saya dan keluarga tepat waktu setiap bulannya. Tentunya saya ingin didoakan agar saya dan keluarga selalu diberikan kesehatan,  sehingga iuran yang saya bayarkan bisa membantu peserta lain yang membutuhkan. Mudah-mudahan ke depan program ini berjalan semakin baik dan masyarakat Indonesia selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” tutup Yanto.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved