Cap Go Meh
Jadi Simbol Toleransi, Cap Go Meh Singkawang 2019 Libatkan Multi Etnis
membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama pelaku usaha perhotelan, restoran
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Tri Pandito Wibowo
Jadi Simbol Toleransi, Cap Go Meh Singkawang 2019 Libatkan Multi Etnis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menuturkan perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan dengan pawai karnaval tatung, replika naga dan barongsai serta pagelaran multietnis yang diikuti oleh seluruh paguyuban yang ada di Kota Singkawang.
Baca: Tjhai Chui Mie Ajak Semua Pihak Sukseskan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019
Baca: Sukseskan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Chui Mie Lakukan Promosi Semaksimal Mungkin
Baca: Musibah Karamnya Kapal Motor Di Semitau, Suyanto Tanjung Sampaikan Belasungkawa Mendalam
Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian budaya di Kota Singkawang, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis.
“Dengan multietnis tersebut, membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama pelaku usaha perhotelan, restoran, pengelola rumah makan dan pengelola objek wisata,” katanya, Senin (21/1/2019).
Setiap tahun menjelang Festival Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang akan dikunjungi banyak wisatawan.
Baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan itu. “Terlebih Festival Imlek dan Cap Go Meh sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” tuturnya.
Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak