Cap Go Meh

Jadi Simbol Toleransi, Cap Go Meh Singkawang 2019 Libatkan Multi Etnis

membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama pelaku usaha perhotelan, restoran

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali kota Singkawang Thjai Chui Mie (tengah) didampingi suaminya (dua dari kiri) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyapa warga dan wisatawan pada acara puncak Festival Cap Go Meh 2569 di kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018). 

Jadi Simbol Toleransi, Cap Go Meh Singkawang 2019 Libatkan Multi Etnis

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menuturkan perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang, setiap tahun selalu dimeriahkan dengan pawai karnaval tatung, replika naga dan barongsai serta pagelaran multietnis yang diikuti oleh seluruh paguyuban yang ada di Kota Singkawang.

Baca: Tjhai Chui Mie Ajak Semua Pihak Sukseskan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2019

Baca: Sukseskan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Chui Mie Lakukan Promosi Semaksimal Mungkin

Baca: Musibah Karamnya Kapal Motor Di Semitau, Suyanto Tanjung Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian budaya di Kota Singkawang, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis.

“Dengan multietnis tersebut, membawa dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Terutama pelaku usaha perhotelan, restoran, pengelola rumah makan dan pengelola objek wisata,” katanya, Senin (21/1/2019).

Setiap tahun menjelang Festival Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang akan dikunjungi banyak wisatawan.

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan itu. “Terlebih Festival Imlek dan Cap Go Meh sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” tuturnya.

Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved