Abu Bakar Baasyir dan Keengganannya Taat Pada Pancasila
Yang harus ditandatangi Pak Ba'asyir agak berat bagi beliau karena beliau punya keyakinan yang dipatuhi hanya Allah, hanya Tuhan dan beliau menyatakan
Abu Bakar Baasyir dan Keengganannya Taat Pada Pancasila
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Abu Bakar Baasyir, Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang mendekam di penjara akibat kasus terorisme segera dibebaskan.
Presiden Joko Widodo telah menyetujui pembebasan Baasyir.
Ba'asyir lantas secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada penasihat hukum Jokowi atas pembebasannya, Yusril Ihza Mahendra.
"Pak Yusril ini sudah saya kenal sejak lama. Beliau ini orangnya berani, sehingga banyak yang memusuhinya. Tetapi saya juga tahu, Beliau menempuh jalan yang benar," kata Ba'asyir.
Baca: Arsenal Vs Chelsea, 5 Catatan Menarik Laga Big Match Derbi London
Baca: Polisi Tetapkan Andry Sebagai Tersangka Karena Perintahkan Anjing Pitbullnya Serang Satpam
Baca: Kendaraan Roda 4 Mendominasi di Jalan Ahmad Yani Sanggau
Baca: Sejumlah Tokoh Budaya dan Masyarakat Kalbar Ngopi Bareng, Bahas Persoalan Ini
Dalam tiga hari kedepan Ba'asyir akan membereskan barang-barang yang berada di dalam selnya.
Setelahnya beliau akan bertolak pulang ke Solo.
"Setelah bebas nanti, Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim," ujar Yusril.
Namun Ba'asyir menolak menandatangani dokumen pembebasan bersyarat dimana dalam dokumen mencakup taat pada Pancasila.
"Yang harus ditandatangi Pak Ba'asyir agak berat bagi beliau karena beliau punya keyakinan yang dipatuhi hanya Allah, hanya Tuhan dan beliau menyatakan hanya taat kepada Islam. 'Jadi kalau saya diminta tanda tangan taat kepada Pancasila, saya tak mau'", kata Yusril tentang isi percakapannya dengan Ba'syir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor seperti dikutip dari BBC Indonesia.
Baca: Natal Perwadika, Momen Berkumpul dan Tingkatkan Keimanan
Baca: Bhabinkamtibmas Sambangi Warganya Himbau Ciptakan Pemilu 2019 Damai
Baca: Bahasan Yakin Cap Go Meh Datangkan Wisatawan dan Tumbuhkan Geliat Ekonomi
Yusril menambahkan jika Ba'asyir hanya taat pada Islam karena sejatinya Islam dan Pancasila selaras.
"Beliau hanya ingin taat kepada Islam dan kita memahaminya...Tak ada pertentangan antara Islam dan Pancasila dan tak mau berdebat panjang dengan Pak Ba'asyir," tambah Yusril.
Sebelumnya Ba'asyir divonis 15 tahun penjara pada Juni 2011 karena dinyatakan bersalah dalam kasus pelatihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme berada di Indonesia. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Abu Bakar Ba'asyir Bebas dari Penjara, Namun Tak Mau Patuhi Pancasila