2019, Pemkab Sanggau Siapkan Bibit Jagung Seluas Lima Ribu Hektare

Artinya kalau petani menanam padi kemudian panen diantara Februari atau Maret, setelah itu mereka bisa menamam jagung

2019, Pemkab Sanggau Siapkan Bibit Jagung Seluas Lima Ribu Hektare
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri 

2019, Pemkab Sanggau Siapkan Bibit Jagung Seluas Lima Ribu Hektare

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Sanggau, H John Hendri menyampaikan, di kabupaten Sanggau ada lima komoditi yang terus dikembangkan, yakni padi, jagung, bawang merah, cabai dan ubi kayu.

“Karena disamping budidayanya tidak sulit, juga diminati masyarakat. Beberapa tahun yang sudah kita lakukan, komoditi padi sudah mengalami kenaikan produksi setiap tahun. Secara data, kita sudah surplus. Tentu kedepan, lima tahun masa pemerintahan pak Paolus Hadi-Yohanes Ontot, kita juga akan mengembangkan jagung,” kata John Hendri.

Dikatakannya, selain permintaan luar negeri cukup tinggi, permintaan lokal di Kalbar juga menjadi peluang, yakni membutuhkan sekitar 10 ribu ton jagung pipil perbulan.

Sementara, produksi jagung di Kalbar baru sekitar 5 ribu ton perbulan.

Baca: Terima Tahanan Tersangka Kasus Antimoni, Ini Penjelasan Karutan Putussibau

Baca: Debat Perdana Pilpres 2019, Tirmidji: Masih Banyak Narasi-narasi Tidak Subtansial Kedua Paslon

“Jika kekurangan ini bisa ambil dari Sanggau, ini kan memberikan peluang bagi petani. Kemudian dari sisi harga, juga mengiurkan. Ada beberapa tempat seperti saat kami panen di Bonti, pedagang membeli kepada petani dengan harga Rp 6 ribu perkilogram. Sementara di Sumatera antara Rp3.200 sampai Rp3.500 perkilogram,” jelas John Hendri.

Hendri menambahkan, dengan harga yang cukup tinggi ditingkat petani, ia yakin akan memberikan motivasi kepada petani untuk menanam jagung.

“Untuk itu, tahun 2019 kita akan mengembangkan jagung kurang lebih 5 ribu hektar, dan tersebar di 15 kecamatan,” tutur John Hendri.

Apabila bicara teknologi, Hendri menjelaskan, tidak terlalu sulit karena umur jagung tidak jauh berbeda dengan padi. kurang lebih 3,5 bulan sudah panen.

Baca: OKP dan Ormas Mempawah Adakan Nonton Bareng Debat Perdana Pilpres 2019

Baca: Ratusan Murid SMP Sambut Kedatangan Kapolda Kalbar di Kayong Utara

“Artinya kalau petani menanam padi kemudian panen diantara Februari atau Maret, setelah itu mereka bisa menamam jagung,” tegas John Hendri.

“Begitu juga dari sisi pengolahan tanah, juga tidak sulit karena lahan kering tinggal pupuknya saja. Bicara pupuk, juga tidak mesti yang mahal, pupuk kandang sapi atau kotoran ayam juga sangat memungkin sekali untuk pertumbuhan komoditi ini. Dan Berkaitan dengan perawatanya, dikatakan Hendri, jagung tidak begitu rentan dengan penyakit, ” tambah John Hendri.

Hendri menambahkan, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan pabrik pakan ternak di Singkawang.

“Mereka butuh dan sekarang tinggal jagungnya mana. Saya berharap petani bisa merespon ini, menanam dan menjual. Kita siapkan bibit, silahkan mengajukan permohonan, hubungi PPL di lapangan dan sampaikan ke dinas,” pungkas.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved