Citizen Reporter

KKM 36 Fisip Untan Berikan Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Dini

karena penanaman sejak dini merupakan bekal awal bagi adik adik untuk menjaga karakter dan sifatnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KKM Kelompok 36 FISIP Untan saat melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penanaman pendidikan karakter sejak dini di SDN 10 Sungai Ambawang, Senin (14/01/2019). 

Citizen Reporter
Mahasiswa FISIP Untan, Ongki Armada

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pendidikan merupakan pondasi dasar bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara dan sehingga melahirkan generasi genarasi penerus bangsa. 

Hal ini menjadi dasar program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 36 FISIP Untan di bidang pendidikan terutama di sekolah. 

KKM Kelompok 36 FISIP Untan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penanaman pendidikan karakter sejak dini di SDN 10 Sungai Ambawang, Senin (14/01/2019).

"Terutama kami ucapakan terima kasih banyak kepada para mahasiswa KKM FISIP Untan yang sudah mau datang memberikan sedikit ilmunya adik-adiknya, kami dari pihak sekolah sangat menyambut baik kegiatan ini, karena jarang dilakukan terutam sekolah kami ini," ujar Kepala Sekolah SDN 10 Sungai Ambawang Sung Fut Chen, S.Pd.

Dijelaskannya, pPendidikan karakter sejak usia dini sangat lah penting untuk di bekalkan atau di tanamkan, karena penanaman sejak dini merupakan bekal awal bagi adik adik untuk menjaga karakter dan sifatnya.

"Di jaman modern ini moral dan sifat yang baik mulai memudar atau terkikis sejak kemajuan tekonologi ini, tentunya untuk menangkal dampak negatif dari kemajuan teknologi di jaman modernisasi ini adalah dengan mengajarkan pendidikan karakter sejak dini terutama di bangku sekolah dasar. Agar dapat menjadi dasar pembentukan karakter yang baik. Dan kami juga berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah atau merangsang karakter adek-adek," timpalnya.

Baca: Yousriatin: STIKes Yarsi Pontianak Komitmen Hasilkan Tenaga Perawat Profesional Berbasis Islam

Menurut Wina selaku pemateri dalam sosialisasi ini menyatakan bahwasanya, Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. 

Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang, penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mengkin kepada anak-anak adalah kunci utama membangun bangsa. 

Dan Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter ini terwujud jika anak tumbuh dilingkungan yang berkarakter, fitrah anak yang terlahir suci dapat dikembangakan secara optimal, ini memerlukan peran serta semua pihak keluarga, sekolah dan seluruh komponen yang ada dalam masyarakat contoh lembaga keagamaan, perkumpulan olah raga, komunitas bisnis dan lain-lain.

Baca: Bahasan:  Ada Modus Jual Diri Demi Dapatkan Sabu dan Akhirnya Tertular HIV-AIDS

Pada saat inilah diharapkan peran seorang guru, orangtua dan masyarakat dalam memberikan suatu pendidikan karakter yang baik bagi anak usia dini, menanamkan nilai-nilai moral dan lain sebagainya dan juga suatu bangsa akan terlihat maju, jika dipandang dari karakter setiap individunya yang menginginkan kemajuan.

Sehingga pendidikan karakter ini sangatlah penting dibentuk pada anak usia dini karena saat usia inilah anak menyerap dan menerima informasi secara cepat, sehingga apa yang diberikan pada anak akan ia serap dengan baik dan akan ia terapkan dalam kehidupannya.

Jika pendidikan karakter tidak diberikan kepada anak, jelas akan terlihat suatu perbedaan antar anak yang diberikan pendidikan karakter dengan baik dan tidak sama sekali. 

Dan juga pilihan anak terhadap lingkungannya sangat berpengaruh terhadap perilakunya, jika ia berada pada lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya, ia akan melewati tahap-tahap perkembangannya dengan baik. 

Dan didukung dengan adanya suatu rangsangan yang positif yang diberikan oleh orang–orang disekitarnya, namun sebaliknya, jika tidak adanya dukungan dari orang-orang disekitarnya yang tidak memberikan rangsangan yang positif bagi tumbuh kembangnya.

Dia akan menjadi karakter yang tidak mampu bersaing dengan dunia yang akan digelutinya dan ia akan menjadi pribadi yang tidak mampu berinteraksi dengan rekan-rekannya dengan baik nantinya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved