Harga Ayam Meroket di Mempawah, Dengar Keluh Kesah Pedagang dan Solusi Pemerintah

Pedagang Ayam di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah mengeluhkan turunnya omzet akibat naiknya harga ayam di Kabupaten Mempawah.

Penulis: Ferryanto | Editor: Muhammad Firdaus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Pedagang Ayam di Pasar Sebukit Rama Mempawah, Jumat (11/01/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pedagang Ayam di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah mengeluhkan turunnya omzet akibat naiknya harga ayam di Kabupaten Mempawah.

Edi, satu di antara pedagang ayam di Pasar Tradisional Sebukit Rama mengatakan bahwa harga ayam saat ini mencapai Rp 45 ribu per kiloogram (Kg). Ia mengatakan, harga saat ini naik Rp 5 ribu/Kg sejak akhir tahun 2018. Ia pun mengeluhkan, sejak awal Tahun 2019 omzetnya turun.
"Paling lah sekarang ini puluhan saja tidak pernah sampai di atas 100 Kg," ujar Edi kepada Tribun, Jumat (11/01/2019).

Dari informasi yang didapatkannya, kenaikan ayam ini akibat berkurangnya produksi di tingkat peternak. Dirinya biasa mendapatkan suplai dari wilayah Mempawah, namun kini berasal dari Kota Singkawang.

Pedagang ayam di Pasar Sebukit Rama lainnya, Yadi mengaku kenaikan harga ini telah berjalan sejak beberapa hari. Namun, ia mengaku tak dapat berbuat banyak karena hanya penjual. Ia menilai, harga awal di tingkat peternak yang menentukan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Mempawah, Buntaran membenarkan adanya kenaikan harga ayam di tingkat pedagang. Kini, dengan kisaran harga rata-rata, Rp 45 ribu/Kg.

Ia menjelaskan, kenaikan harga ayam dikarenakan adanya penurunan jumlah produksi ayam di tingkat peternak. "Awal Januari ini, memang terjadi kenaikan harga ayam yang cukup signifikan, yang disebabkan sebulan dua bulan yang lalu, harga ayam itu jatuh. Di kala harga jatuh ini, kalau pas ngambil di kandang, harganya Rp 19-21 ribu, itu tergantung dari berat ayamnya,” ungkapnya.

Karena, dijelaskan, perhitungan petani, setiap menaikkan 1 Kg daging ayam akan membutuhkan pakan sekitar 2 Kg. Jika dihitung per Kg pakan sekitar Rp 8.500 per/Kg, maka jika 2 Kg atam harganya sekitar Rp 17 ribu.

“Dari situ, untuk harga anak ayam atau bibit ayam sendiri, juga mengalami kenaikan," imbuh Buntaran.

Selanjutnya, Buntaran juga mengungkapkan bahwa, musim hujan yang terjadi menyebabkan menurunnya produksi ayam. Dijelaskannya, hujan yang melanda menyebabkan banyak ayam yang sakit, dan menggantung pertumbuhan ayam sehingga banyak ayam yang mati.

"Di musim penghujan kemarin, banyak angin ribut dan sebagainya, sehingga penanganan di dalam kandang itu kurang maksimal. Sehingga ayam banyak yang kena penyakit CRG dan Snot, atau semacam batuk pilek, ngorok,” jelasnya.

“Sehingga, kematiannya cukup besar, ditambahnya di Januari ini kekurangan ayam di pasaran. Sehingga harga ayam di pasaran naik menjadi antara Rp 40-45 ribu/Kg,” ungkapnya.

Di akhir Desember 2018, diungkapkan, jumlah produksi ayam Mempawah mencapai 59.640 ekor. Sementara, kebutuhan di pasaran mencapai 28.742 ekor. Sementara, di Januari, pihaknya masih melakukan pendataan terkait ketersediaan stok daging ayam.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved