BPR Centradana optimis genjot kredit UMKM di tahun 2019

Diakui Budi saat ini kondisi ekonomi khususnya Kalbar masih balum stabil dikarenakan menurunnya harga komoditas andalan Kalbar.

BPR Centradana optimis genjot kredit UMKM di tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Direktur Utama (Dirut) BPR Centradana Kapuas, Budi Hartanto 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertumbuhan kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Centradana sepanjang 2018 tumbuh melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama (Dirut) BPR Centradana Kapuas, Budi Hartanto mengatakan BPR Centradana Kapuas hanya mencatat pertumbuhan kredit sebesar 3,35 persen. 

"Kinerja Industri BPR di Kalbar selama 2018 masih tumbuh, terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Kredit BPR Centradana Kapuas tumbuh meskipun masih dibawah target yaitu sekitar 3,35 persen. Total penyaluran kredit hingga Desember 2018 mencapai Rp71 miliar. Adapun sektor yang dominan yaitu sektor retail dan konsumtif," ungkap Budi, Kamis (10/1/2019).

Baca: LIVE STREAM UAE Vs India, LIVE AFC Asian Cup 2019 Malam Ini! Penentu Nasib Tuan Rumah

Baca: Ratusan Pelajar di Perbatasan Entikong Ikuti Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Menggosok Gigi Massal

Baca: Bebby Nailufa Menga Miris Ibu Rumah Tangga di Pontianak Penyumbang Angka HIV-AIDS Tertinggi

Diakui Budi saat ini kondisi ekonomi khususnya Kalbar masih balum stabil dikarenakan menurunnya harga komoditas andalan Kalbar.

Oleh sebab itu BPR harus memitigasi risiko kredit macet atau NPL. Salah satu pengaruh kenaikan NPL kata Budi adalah kondisi ekonomi sehingga mengakibatkan perputaran usaha yang stagnan atau tidak tumbuh.

Budi mengaku untuk mengendalikan NPL, BPR harus bisa mensiasati salah satunya dengan mendeteksi secara dini kredit-kredit yang terindikasi macet. BPR kata dia juga harus mempunyai strategi dan tindak lanjut yang cepat untuk menyelesaikannya.

"Dalam mengendalikan NPL melakukan berbagai upaya mulai dari pendekatan hingga komunikasi yang baik dengan para debitur kredit,"ujarnya.

Kedepan ia berharap debitur agar lebih terbuka terhadap masalah yang dihadapi.

Secara umum, Budi mengaku BPR semakin dikenal masyarakat melalui edukasi dan literasi keuangan tentang BPR yang terus disosialisasikan dengan intens oleh industri BPR maupun asosiasi DPP juga DPD Perbarindo.

"Edukasi dan sosialisasi direspon positif, masyarakat jadi lebih tahu tentang produk BPR yang pada umumnya sama seperti bank umum lainnya, BPR adalah bank. Jadi perkembangan industri BPR untuk kedepannya masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan," ungkapnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved