Pitono: Harga Tiket Bikin Inflasi Pontianak melambung Tinggi

Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2018 memberikan sumbangan inflasi 0,7525 persen

Pitono: Harga Tiket Bikin Inflasi Pontianak melambung Tinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Pitono saat diwawancarai awak media pada acara Seminar Hari Statistik Nasional di hotel Orchardz, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/9/2018). Pada kesempatan ini disampaikan bahwa berdasarkan data 2017 angka kemiskinan di Kalimantan Barat mencapai 7,77 persen. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Anggita Putri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar melalui Berita Resmi Statistik (BRS) merilis pada Desember 2018 Kota Pontianak mengalami inflasi 1,28 persen dengan lndeks Harga Konsumen (IHK) 145,58, Rabu (2/2/2019).

Kepala BPS Kalbar, Pitono mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran,tertinggi terjadi kenaikan indeks pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 4,43 persen. Hal ini mengingat ada momen natal dan tahun baru yang menyebabkan harga tiket tinggi.

"Secara keseluruhan kelompok ini pada Desember 2018 memberikan sumbangan inflasi 0,7525 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah angkutan udara, pemeliharaan/servis, mobil, tarif taksi, dan perbaikan ringan kendaraan," jelas  Pitono.

sementara untuk kelompok Bahan makanan sumbangsih inflasinya sebesar 1.61 persen, lalu untuk kelompok sandang inflasinya sebesar 0,48 persen.

Baca: Akreditasi Rumah Sakit jadi Syarat Wajib Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Baca: Hadiri Sidang Ujaran Kebencian Isa Anshari, Cornelis: Saya Tidak Pernah Main Facebook

Berikutnya untuk Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sumbangsih inflasinya sebesar 0,43 persen, kelompok kesehatan 0,25 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,15 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen.

Pitono menambahkan, ada sepuluh komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi secara berurutan pada Desember 2018 yaitu angkuta udara, daging ayam ras, sotong, kacang panjang, rokok kretek, bubur, bawang merah, makanan ringan/ snack, emas perhiasan, dan cabe rawit.

Sedangkan sepuluh komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi secara berurutan pada Desember 2018 yaitu bayam, sawi hijau, ikan tongkol, minyak goreng, sepatu, ikan dencis, oyong/ gambas, sepeda motor, kol putih/kubis, dan nanas.

Dikesempatan tersebut Pitono juga menyampaikan Pontianak masuk daftar 10 kota dengan inflasi tertinggi dari 82 kota yang dihitung inflasinya.

Tertinggi pertama Kota Kupang dengan inflasinya sebesar 2.09 persen. sementara Pontianak menempati urutan ke delapan dengan inflasinya sebesar 1.28 persen.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved