Myagro Raih Penghargaan The Best Idea Startup Borneo 2018 di Malaysia
Saya 2014 memulai bisnis agro, namun belum berhasil. Dan akhirnya saya putuskan untuk riset semua permasalahan yang ada
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Myagro Startup Pontianak, meraih penghargaan ‘The Best Idea’ dalam event Startup Borneo Event Sarawak Malayasia.
Pengumuman lomba pada (29/12/2018), menjadi hadiah akhir tahun bagi Uray Tiar Fahrozi, pencetus Myagro.
“Alhamdulillah, hadiah akhir tahun. Jalani prosesnya biar hasilnya Allah azza wa jalla yang tentukan. Kategori The Best Idea dalam Event Start Up Borneo Event Sarawak Malaysia” kata Urai melalui rilis yang diterima Tribun Rabu (2/12 /2018).
Baca: Kecelakaan di Wajok Hilir, Dua Pria Tergeletak di Pinggir Jalan, Tonton Videonya
Myagro adalah sebuah Platform investasi yang menghubungkan antara investor dan petani.
Ada sembilan komoditi yang ditawarkan Urai beserta timnya melalu platform Myagro.co.id kepada para investor dengan konsep organik, dan return of Investment yang tinggi dengan konsep syariah.
"Saya 2014 memulai bisnis agro, namun belum berhasil. Dan akhirnya saya putuskan untuk riset semua permasalahan yang ada," katanya.
Uray kemudian keliling ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Sumatra, Jawa dan Kalimantan untuk bertemu petani gagal dan petani sukses.
Dari petani gagal ia mencari problemnya, dan yang sukses Uray mencari kunci suksesnya.
Ia menemukan, ada tiga permasalahan yang paling besar yang mengakibatkan kegagalan para petani, dari hasil reset yang dilakukannya.
Baca: Bupati Sidak Pelayanan Disdukcapil di Awal Tahun, Taufik: Ini Koreksi Bagi Kita
Baca: Tes Alquran di Pilpres Dinilai Akademisi Akhiri Klaim Keislaman
Pertama, biaya produksi pertanian dan perternakan sangat tinggi di Indonesia, sedangkan produktivitas rendah dikarenakan teknologi yang sudah ketinggalan zaman dan struktur tanah yang rusak karena penggunaan pupuk kimia yang over.
Terakhir, rantai distribusi yang sangat panjang sehingga merugikan petani.
"Alhamdulillah hasilnya memuaskan, saya banyak bertemu dengan ahli organik dalam pertanian dan perternakan. Hasil riset pun memuaskan, karena saya bisa menurunkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas dan tentunya market yang besar untuk semua produk hasil pertanian," katanya.
Akhir pada tahun 2017, ia memutuskan mendirikan myagro, dan menang kompetisi di Singapura di tahun yang sama.
Berbeda dengan kompetisi serupa yang biasanya diselenggarakan dalam waktu satu atau dua hari, Kompetisi Starup Borneo Tingkat Asia kali ini membutuhkan waktu hampir enam bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/myagro-menyabet-juara.jpg)