Hiswana Migas Ketapang Sebut Penyaluran Gas Melon Berjalan Normal
Ketua Hiswana Migas Ketapang, Yusman mengatakan kalau dari pantauan pihaknya sampai saat ini penyaluran gas elpiji 3kg diwilayah Ketapang
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Ketua Hiswana Migas Ketapang, Yusman mengatakan kalau dari pantauan pihaknya sampai saat ini penyaluran gas elpiji 3kg diwilayah Ketapang masih berjalan secara normal.
"Penyaluran semua normal dari SPBE ke Agen kemudian Agen ke Pangkalan setiap hari berjalan seperti biasa," akunya Jumat (28/12/2018).
Untuk itu, ia mengaku belum mengetahui secara pasti jika ada persoalan susahnya masyarakat mendapatkan gas atau harga gas melebihi HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah lantaran sampai saat ini penyaluran dan stok gas elpiji di Ketapang masih normal dengan HET ditingkat pangkalan seharga Rp 16.500 pertabung.
Baca: Warga Keluhkan Harga Gas Elpiji 3kg Mahal
Baca: 2 Unit Rumah Warga Desa Bunut Tenggah Diterjang Angin Puting Beliung
"Mengenai harga melambung tinggi ditingkat pengecer itu tidak bisa kita prediksi karena pengawasan kita hanya ditingkat agen kemudian pangkalan, meskipun kita selalu berpesan agar pangkalan untuk mengimbau pengecer agar tidak menjual harga jauh lebih mahal," akunya.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Satpol PP selaku penegak aturan untuk turut serta melakukan pengawasan dan menindaklanjuti informasi mengenai toko-toko atau pengecer yang menjual harga melebihi HET yang telah ditentukan.
"Het pemerintah tetapkan, jadi satpol pp selaku penegak kebijakan pemerintah harus mengawasi ini agar bisa meminimalisir pengecer yang ingin meraup keuntungan banyak dengan menjual gas secara mahal," pintanya.
Selain itu, hal-hal negatif yang memungkinkan sehingga menyebabkan gas elipiji susah didapat seperti ada oknum yang menimbun kemudian membawa gas elpiji ke pedalaman dengan dalih harga jual yang jauh lebih tinggi juga memungkinkan terjadi.
"Itu bisa saja terjadi, makanya pengawasan secara bersama penting kita lakukan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/warga-keluhkan-harga-gas-elpiji-3kg-mahal.jpg)