Berita Video

Saksi Mata Mengaku Dengar Ledakan Keras 2 Kali Saat Terjadi Kebakaran

Kebakaran yang menghanguskan dua buah bangunan di Gang Teratai Putih 1, RT02 RW01, Jl Adisucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Madrosid

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran yang menghanguskan dua buah bangunan di Gang Teratai Putih 1, RT02 RW01, Jl Adisucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya diduga kuat karena ledakan gas elpiji, Kamis (27/12) sekira pukul 18:30 WIB.

Saksi mata Rohani (56) mengatakan yang mengetahui persis kejadian iti adalah kakaknya berna Rohana.

"Kakak saya yang tau persis kejadian itu, rumahnya dibelakang rumah yang terbakar, katanya dia lagi makan durian sama keluarga," tutur Rohani pada tribunpontianak.co.id.

Baca: Operasi Pasar LPG 3 Kg, Tiap Warga Dijatah 2 Tabung

Baca: 4 Handphone Terbaru Hadir di 2019, Ada Samsung, Xiaomi dan Lenovo, Ini Bocoran Speknya?

Rohani mengaku saat kejadian ada mendengar suara ledakan sebanyak dua kali, dan suara yang kedua lebih keras dari yang pertama.

"Begitu saya dengar kakak saya teriak ada api saya lihat memang sudah ada api diatas rumah Ahai," tuturnya.

"Jadi waktu suara ledakan pertama kakak saya Rohana teriak ada api, kemudian terdengar lagi suara ledakan kedua, baru api membesar," tambahnya.

Rohani bersyukur sekali rumahnya tidak habis di lalap si jago merah, "Syukur rumah saya hanya kena bagian kamar mandi saja, cuma seng nya saja yang habis, karena dari plastik memang," tuturnya.

Nenek Rohana (67), mengatakan saat itu dia sedang makan durian didepan kulkas bersama keluarga dalam rumahnya, ia mendengar ada bunyi ledakan.

"Ada keponakan saya dirumah sama saya, jadi saya bilang dedek apa itu yang meledak," ujarnya.

Baca: Kebakaran Gegerkan Warga, Ini Keteranga RT Setempat

Baca: Ingin Ganti Hape di 2019, Perhatikan 6 Hal Ini Agar Tak Rugi dan Tetap Update Hingga 2020

Nenek Rohana mengaku begitu keluar api sudah di atas rumah Ahai dan dia berteriak ada kebarakan.

"Saya teriak kebakaran, rumah maknyah kebakaran," ulangnya tiga kali.

Nenek Rohana menuturkan bahwa ia mendengar ledakan sebanyak tiga kali, namun cucu Nek Rohana, Novit (19) yang saat kejadian sedang makan durian bersama Nenek Rohana mengatakan ledakan dua kali, yang pertama adalah suara orang menendang pintu.

Novit menalgatakan dia mendengar ledakan dua kali, memang ada suara dentuman keras sebanyak tiga kali namun suara yang pertama adalah suara orang menendang pintu WC.

"Sepertinya ada yang sedang berkelahi didalam rumah yang terbakar itu, karena pertama saya mendengar suara orang mendendang pintu WC, setelah itu baru terdengar suara ledakan," ujar Novit pada tribunpontianak.co.id .

Novit mengaku saat ledakan pertama dia melihat ada percikan api kemudian terdengar lagi ada ledakan kedua barulah tampak api membesar di atas rumah.

"Dari rumah yang terbakar itu saya tidak mendengar ada suara teriakan, begitu orang rumah saya keluar semua baru kami semua teriak kebakaran, itu apinya sudah besar," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved