Syarifah Ida Fitriana: Banom Perempuan Melayu PFKPM Harus Jaga Marwah Sebagai Perempuan Melayu
Marwah sebagai perempuan Melayu, menjadi nilai dasar yang ditanamkan dalam Badan Otonom (Banom) Perempuan Melayu
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Marwah sebagai perempuan Melayu, menjadi nilai dasar yang ditanamkan dalam Badan Otonom (Banom) Perempuan Melayu Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM).
Marwah tersebut antara lain bahwa perempuan Melayu wajib menutup auratnya, hal itu sudah menjadi adat buda yang ada sejak dulu.
Selain itu, Ketua umum DPP Banom Perempuan Melayu PFKPM, Syarifah Ida Fitriana juga menyampaikan bahwa menjadi perempuan Melayu jangan mau ditindas.
"Ayo kita angkat marwah kita, derajat kita sebagai perempuan," katanya.
Baca: Sehari Sebelum Dilantik, Baju Dinas Bahasan Disetting
Baca: Hadir di Kota Pontianak, Brownies Amanda Hadirkan 7 Rasa
Baca: Peringati Hari Ibu Organized BPKK DPC PKS Pontianak Gelar Talkshow Ibu Hebat di Zaman Milenial
Banom Perempuan Melayu PFKPM sendiri sudah ada sejak enam tahun yang lalu, tepatnya pada (23/12/2012).
Badan otonom yang berada dibawah PFKPM ini, merupakan sebuah organisasi yang khusus untuk memberdayakan perempuan Melayu.
Mereka rutin mengadakan berbagai kegiatan, baik pelatihan maupun sosial yang bertujuan untuk membangun dan mengajak para perempuan Melayu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.
"Saya pengennya mereka merasa memiliki sebagai orang Melayu, merasa kalau diri mereka itu inilah kita Melayu. Selama ini orang tanya apa sih Melayu, kita nggak tahu, nah sekarang dengan gabung ini kita tunjukkan kita ini lho Melayu, kita ada, apalagi kita perempuan-perempuannya, banyak sekali perempuan Melayu yang membutuhkan kita," ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Ii itu.
Dari sana juga mereka bisa saling berbagi, dengan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, guru, pengusaha, pengrajin mereka bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman.
"Jadi semua bergerak, saling tolong menolong, bahu membahu, itu yang memang kita inginkan," katanya.
Namun ada banyak organisasi perempuan Melayu yang ada, meskipun begitu Ii mengaku tidak bermaksud bersaing satu samalain, melainkan bersama-sama memajukan para perempuan Melayu.
Banom perempuan melayu PFKPM sendiri, kini telah ada di beberapa daerah di Indonesia, diantaranya Jakarta dan Batam juga di beberapa Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat sebagai pusatnya, dan akan segera dikukuhkan di Jawa Timur dan Jogja.