Lantik PW Dewan Masjid Kalbar, Syafrudin: Tak Ada Masjid di Indonesia Terpapar Paham Radikal
Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indoensia (DMI) Syafrudin ketika memberikan sambutannya pada usai melantik PW DMI Kalbar
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indoensia (DMI) Syafrudin ketika memberikan sambutannya pada usai melantik PW DMI Kalbar mengatakan bahwa menjadi pengurus DMI mendapatkan tugas untuk mengurus tempat suci rumah allah.
Dirinya juga membantah tentang informasi yang beredarnya bahwa terdapat masjid di Indonesia yang telah terpapar paham radikalisme.
"Disetiap momen manapun ataupun jika ada rekan media yang menanyakan hal itu, dengan tegas saya nyatakan tidak ada masjid di Indoensia dijadikan tempat doktrin aliran radikalisme," ujarnya saat berada di Pontianak, Selasa (18/12/2018).
Baca: Asuransi Industri Keuangan Senyap, Kepala OJK Kalbar Ajak AAUI Bangkitkan Kesadaran Masyarakat
Menurutnya tidak mungkin Masjid dapat dijadikan tempat untuk mendoktrin paham radikal, kalaupun ada pasti segera terdektsi oleh kepolisian dan akan ditindak. Ia menuturkan bahwa kebanyakan doktrinisasi paham radikal biasanya dilakukan di lokasi-lokasi tertutup.
"Didalam masjid itu merupakan tempat pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan agenda lain yang bertujuan untuk kemaslahatan ummat," ujarnya.