Belum Miliki Pemetaan Wilayah Rawan Bencana, BPBD Andalkan Deteksi Dini Berdasarkan Pengalaman

Dimusim penghujan Kabupaten Kubu Raya terus meningkatkan intensitas pengawasan deteksi dini terjadinya bencana.

Belum Miliki Pemetaan Wilayah Rawan Bencana, BPBD Andalkan Deteksi Dini Berdasarkan Pengalaman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Madrosid
Kondisi pemukiman warga tergenang air banjir usai diguyur hujan deras di Cabang Kiri Desa Teluk Kapuas, Selasa (3/10/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dimusim penghujan Kabupaten Kubu Raya terus meningkatkan intensitas pengawasan deteksi dini terjadinya bencana.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubu Raya, Suslistio mengatakan untuk wilayah Kubu Raya, bencana yang terjadi selama ini hanya banjir dan angin kencang atau angin puting beliung saja.

"Meskipun kita belum memiliki pemetaan untuk daerah rawan, namun kita tetap bisa miliki solusi dalam hal deteksi dini," katanya, Kamis (6/12/2018).

Kejadian-kejadian sebelumnya menjadi pembelajaran dan pengalaman pihak BPBD untum mewaspadai terjadinya bencana.

Baca: Bhabinkamtibmas Lakukan Pembinaan Desa Sekida Tangguh Bencana

"Seperti bencana banjir biasa terjadi saat musim penghujan sedangkan untuk angin puting beliung itu bisa terjadi random," ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman yang ada, BPBD juga sudah bisa menandai daerah mana saja yang rawan terhadap bencana banjir.

"Kalau banjir Kec. Ambawang dan Kec. Kuala Mandor B. Dua kecamatan ini kerap jadi langganan banjir saat musim hujan," terangnya.

Terkait belum adanya pemetaan secara khusus untuk daerah rawan bencana, pihaknya harus melakukan koordinasi dengan banyak pihak. Dan hal itu kedepan akan segera dilakukan.

"Tapi selama ini belum terealisasi, pemetaan berdasarkan tetap terwujud melalui pengalaman yang cukup untuk mendeteksi dini terjadinya bencana banjir di Kubu Raya," jelas Sulistio.

Penulis: Madrosid
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved