JaDI Kalbar Harap Calon Komisioner KPU Kabupaten Kota Tak Bisa Diintervensi

Selain itu, lanjutnya, pemilu 2019 adalah pemilu serentak pertama legislatif dan Pilpres jadi memerlukan penyelenggara pemilu

JaDI Kalbar Harap Calon Komisioner KPU Kabupaten Kota Tak Bisa Diintervensi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, Umi Rifdiawaty 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, Umi Rifdiawaty berharap calon komisioner KPU Kabupaten Kota yang terpilih nantinya memang mempunyai integritas dan tak bisa diintervensi.

Terlebih, kata dia, KPU Kabupaten/Kota adalah penyelenggara pemilu yang akan melaksanakan regulasi atau kebijakan yg dibuat KPU secara teknis di lapangan.

Baca: Bripka Salman Ajak Warga Ciptakan Pemilu Damai Sejuk dan Aman di Kota Singkawang

Baca: Kembali Sasar Wajib Pajak, UPTPPD Sanggau Periksa Kendaraan yang Melintas

"Jadi dibutuhkan orang-orang yang siap langsung bekerja apabila terpilih kelak. Tentu tidak hanya siap bekerja saja yang lebih diutamakan adalah integritas dan rekam jejak dari semua calon," ujarnya, Selasa (04/12/2018).

Selain itu, menurutnya, KPU harus mampu menelusuri rekam jejak dari masing masing calon anggota KPU kabupaten/kota, termasuk juga terkait potensi konflik kepentingan dari masing masing calon anggota KPU kabupaten/kota tersebut terhadap peserta pemilu.

"Karena sekali lagi KPU kabupaten/kota adalah penyelenggara yang mempunyai kewenangan teknis atas regulasi dan kebijakan yang dibuat oleh KPU RI," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemilu 2019 adalah pemilu serentak pertama legislatif dan Pilpres jadi memerlukan penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas.

"Penyelenggaraan pemilu inikan memang akan banyak tekanan dan intervensi karena yang diurus adalah kontestasi. Tidak menutup kemungkinan akan ada titipan dan tekanan dari kelompok atau ormas tertentu, tapi yg terpenting tetap harus mengutamakan integritas, rekam jejak dari calon," jelasnya.

"Jangan sampai nanti setelah terpilih jadi komisioner tidak mampu bertahan terhadap tekanan dan intervensi," timpal mantan Ketua KPU Provinsi Kalbar dua periode ini. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved