Hasil Perkebunan Petani Setempat, Cabai Pakak Malah Sulit Ditemui di Sintang

Ditanya mengenai cabai cakra yang merupakan milik petani lokal, menurutnya memang cabai tersebut jarang dijual di pedagang sayur

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Satu di antara pedagang sayur di Pasar Junjung Buih Sintang, Mulya Suryani saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (4/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Cabai Pakak ialah cabai yang dihasilkan dari perkebunan cabai rawit di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang namun anehnya cabai pakak ini cukup susah ditemui atau dijual oleh pedagang sayur di Sintang.

Satu di antara pedagang sayur di Pasar Junjung Buih Sintang, Mulya Suryani mengatakan bahwa cabai yang biasa ia jual ialah jenis cabai kampung, cabai cakra, cabai dewata, cabai cakra jawa, dan cabai bhaskara.

Baca: Safari Natal, Jarot: Pemkab Sintang Ingin Masyarakat Rasakan Kehadiran Negara 

Baca: Pebiliar Kalbar Sabet 2 Medali Emas Kejurnas

"Yang paling banyak dijual cabai bhaskara dan cakra jawa, kita biasanya dapat dari petani di Pontianak. Kalau harga cabai bhaskara, sekarang kita jual 45 ribu," ujar Suryani saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (4/12/2018) pagi.

Ditanya mengenai cabai cakra yang merupakan milik petani lokal, menurutnya memang cabai tersebut jarang dijual di pedagang sayur. Meski harga cabai pakak jauh lebih murah, namun tinggi resiko busuknya jika menjualnya.

"Cabai pakak itu tidak terlalu tahan buat berhari-hari, cepat hitam (layu-red). Sementara kalau cabai bhaskara ini kan, selain kualitasnya lebih bagus, cabainya juga tahan 3-4 hari. Jadi untuk besok pun bisa dijual lagi," terangnya.

Oleh karena itu, menurutnya cabai pakak biasanya langsung di jual ke pedagang-pedagang makanan agar langsung diolah. Misalnya bahan sambal warung padang, cabai untuk gorengan, cabai untuk sambal oleh para pedagang bakso.

"Biasanya cabai pakak itu kisaran harga 20 ribu perkilogramnya kalau dijual langsung ke warung- warung. Harganya memang cukup murah dan memang dijual untuk langsung diolah. Kalau saya belum pernah jualnya," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved