Developer Tunggu Regulasi Luasan Kavling

Owner Perumahan Mahkota Malaya, Bobby Anta Maulana berharap masalah regulasi terkait perumahan dapat dirumuskan secara baik dan tegas

Developer Tunggu Regulasi Luasan Kavling
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Perumahan Mahkota Malaya yang berlokasi di Sungai Malaya, Kubu Raya 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Owner Perumahan Mahkota Malaya, Bobby Anta Maulana berharap masalah regulasi terkait perumahan dapat dirumuskan secara baik dan tegas, sehingga para pengembang mendapat kepastian.

Diakui Bobby hambatan regulasi berdampak pada ketidakcapaian target realisasi KPR FLPP.

Salah satu hambatan realisasi penjualan KPR subsidi pertama lambannya penyaluran KPR di bank BTN.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO) dengan Bank Pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018 hanya ditandatangani 40 bank pelaksana.

Bank tersebut terdiri dari 6 bank nasional dan 34 bank pembangunan daerah (BPD) atau meningkat dibanding tahun 2017 sebanyak 33 bank.

Baca: Prosedur Pengajuan Surat Pindah ke Luar Negeri

Baca: BTN Cabang Pontianak Sebut Pengembangan Perumahan Bersubsidi Terkendala Hal Ini

Penyaluran KPR FLPP dilakukan oleh PPDPP kepada MBR melalui bank pelaksana yang bekerjasama. Namun diantara 40 bank penyalur, BTN tak termasuk didalamnya. Hal ini menyebabkan lambannya realisasi KPR di daerah termasuk Kalbar.

Selanjut perubahan aturan mengenai spesifikasi bangunan yang petunjuk teknisnya baru jelas di bulan Juni 2018. Permintaan terhadap perumahan subsidi diakui Bobby cukup tinggi, namun supply masih kurang karena developer berhati-hati dalam membangun.

"Untuk tahun depan juga kami melihat hambatan-hambatan regulasi akan menjadi momok perlambatan pembangunan. Salah satunya kedepan tentang pembatasan luasan kavling untuk rumah subsidi yaitu di besaran 60 meter persegi sampai dengan 120 meter persegi saja. Kalau aturan ini diberlakukan, tentu akan menjadi masalah ke banyak developer," ujarnya Senin (3/12/2018).

Luasan kavling selama ini diakuinya masih diatas 140 meter persegi. Saat ini tim dari DPP REI pusat terus melakukan langkah-langkah untuk menegosiasikan aturan ini.

"Apakah luasan maksimalnya menjadi 150 meter persegi atau bahkan 180 meter persegi atau pun kalau memang tetap dipaksakan. Setidaknya peraturan tersebut tidak berlaku surut sehingga perumahan yang memiliki izin sebelum aturan tersebut tetap diizinkan membangun," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved