Wabup Hermanus Akan Tuntaskan 20 Kampung KB di Kubu Raya

Intinya bagaimana kalau ingin punya anak lebih dari dua asal dipersiapkan dengan baik.

Wabup Hermanus Akan Tuntaskan 20 Kampung KB di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus meresmikan Kampung KB di Desa Seruat Dua, Kecamatan Kubu, Rabu (21/11) 

Citizen Reporter

Humas Pemkab Kubu Raya, Rio Raziqin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sebanyak 19 kampung KB telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sejak tahun 2017 hingga 2018.

Alhasil tersisa satu kampung KB lagi yang akan dicanangkan guna menggenapi target 20 kampung KB di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kubu Raya.

Kampung KB ke-19 atau yang ke-9 di tahun 2018 dicanangkan Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus di Desa Seruat Dua, Kecamatan Kubu, Rabu (21/11).

Menurut Hermanus, setelah menuntaskan 20 kampung KB, pemerintah daerah akan langsung berfokus pada upaya pemantapan kampung-kampung KB.

Baca: Zaini: Mengandalkan Data Statistik, Banyak Program Kemiskinan tak Tepat Sasaran

“Jadi pada tahun 2017 kita sudah canangkan 10 kampung KB dan di tahun 2018 ditargetkan 10 kampung KB juga. Terakhir pencanangan di Desa Teluk Bakung Kecamatan Ambawang. Sehingga total 20 desa se-Kubu Raya. Setelah itu tidak ada lagi pencanangan. Hanya pemantapan saja,” ujar Hermanus.

Hermanus berharap pencanangan kampung KB tidak menjadi seremonial belaka. Hermanus menambahkan,  pencanangan kampung KB adalah pintu masuk bagi berbagai program lainnya ke desa kampung KB bersangkutan.

Ia menjelaskan kampung KB adalah upaya dalam mendukung program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Alih-alih hanya sebatas program keluarga berencana dan alat kontrasepsi. Karena itu, semua pihak, pemangku kepentingan, dan lintas instansi nantinya akan mengarahkan berbagai program kegiatan di kampung KB tersebut.

“Termasuk juga dana-dana dalam rangka penguatan program keluarga berencana ini akan diarahkan pada desa-desa yang ditunjuk sebagai desa kampung KB. Pemerintah pusat juga sudah mengalokasikan anggaran baik dana alokasi khusus fisik dan nonfisik. Desa ini nantinya akan mendapatkan pembinaan secara lebih intensif,” terangnya.

Hermanus berharap program kampung KB berjalan lancar. Menurut dia, program tersebut adalah bagian dari upaya pengendalian jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah melebihi 260 juta jiwa dan menempati peringkat keempat penduduk terbanyak di dunia, akan sangat berisiko jika penduduk yang ada tidak produktif. Dirinya menerangkan tidak terlarang memiliki anak lebih dari dua. Namun dengan syarat orang tua punya kesiapan dan kemampuan untuk menjamin seluruh hak anak.

“Intinya bagaimana kalau ingin punya anak lebih dari dua asal dipersiapkan dengan baik. Jangan anak sudah dilahirkan tapi akhirnya tidak mampu menjamin hak-hak anak seperti hak kesehatan, pendidikan, dan sebagainya,” ujarnya.

Terkait pembangunan keluarga, Hermanus meminta setiap orang tua memahami dan menghindari prinsip “empat terlalu”.

“Saya berharap program ini dapat didukung. Bagaimana kita memahami ‘empat terlalu’, yakni jangan terlalu tua melahirkan, jangan terlalu muda melahirkan, jangan terlalu rapat melahirkan, dan jangan terlalu banyak melahirkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved