Daniel Johan Dorong Hilirisasi Pertanian, Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sebagai wakil rakyat Kalbar di pusat, Daniel terus mendorong dan meyakinkan pemerintah agar membangun industri-industri menengah

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Daniel Johan saat bersama tamu undangan lainnya saat pembukaan Kongres X, Hikmahbudhi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyambut baik atas program Gubernur Kalbar dalam memajukan desa dan menargetkan sejumlah desa menjadi kategori desa mandiri.

Dari komisi IV, ia siap untuk mengisi desa-desa tersebut untuk memperkuat apa yang menjadi program-program desa, terutama di bidang pertanian, sehingga kedepan program hilirisasi terhadap hasil pertanian dapat direalisasikan.

Baca: Airlangga Hartanto Kukuhkan Ria Norsan Sebagai Bappilu Kalbar

Baca: Dilaporkan ke Bareskim Polri, Grace Natalie Angkat Bicara Terkait Menista Agama

"Petani bukan hanya bekerja keras dalam hal pengelolahan saja, tapi kedepan harus bisa menguasai industri pertaniannya itu sendiri," ucap Daniel Johan saat diwawancarai, Sabtu (17/11/2018).

Sebagai wakil rakyat Kalbar di pusat, Daniel terus mendorong dan meyakinkan pemerintah agar membangun industri-industri menengah yang langsung di dimiliki oleh kelompok petani di setiap kecamatan.

Selain itu, keterpurukan harga karet saat ini membuat pihaknya mendorong karet akan segera dipakai sebagai bahan aspal.

"Itu sudah menjadi pembahasan di pusat, saat ini sidah dirumuskan sehingga ini bisa berjalan. Kalau ini sudah berjalan kita mendorong Pak Gubernur saat membuat jalan khusus di kalimantan barat wajib pakai karet sebagai bahan aspal," ujarnya.

Program ini bagian dari menolong para petani karet sambil menunggu menetapkan harga karet. Daniel menegaskan kedepan akan diputuskan harga karet minimal Rp10 ribu perkilo.

Saat ini banyak produk-produk petanian dan perkebunan anjlok harganya, tapi bahan pokok kebutuhan sehari-hari dari hasil olahan pertanian tidak pernah turun.

'Itu yang di sebut kekuatan industri. Nilai tambah dari produk pertanian adalah industri. Sehingga kedepan yang kita sebut hilirisasi pertanian menjadi sangat penting kalau kita mau mensejahterakan petani," tambahnya.

industri harus dikuasai oleh petani, sehingga nilai tambah tidak lari ke yang lain tetapi akan ke petani. Minimal adalah industri setengah jadi.

Selain itu, untuk terus memajukan Kalbar dan membuat desa mandiri, Daniel sampaikan telah membawa program melalui aspirasinya dengan nilai lebih dari Rp600 miliar selama empat tahun terakhir.

"Program yang dibawa meliputi peningkatkan produktivitas pertanian sudah lebih dari 130.000 hektar. Belum lagi ratusan alat-alat pertanian, peternakan, termasuk bibit untuk perkebunan," sebutnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved