BPJS Benarkan Miliki Tanggungan Pembayaran: Kita Ada Kendala di Sisi Keuangan
Novi Kurniadi membenarkan bahwa saat ini pihaknya memang ada tanggungan pembayaran di Rumah Sakit Umum Pemangkat, Sambas.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singkawang yang juga menangani wilayah Kabupaten Sambas, Novi Kurniadi membenarkan bahwa saat ini pihaknya memang ada tanggungan pembayaran di Rumah Sakit Umum Pemangkat, Sambas.
"Ya, memang kita belum ada droping dana untuk klaim (Bayar), jadi intinya untuk klaim di kondisi sekarang, pembayaran berdasarkan urutan klaim yang masuk. Karena kita ada 9 rumah sakit di Singbebas, mana yang masuk duluan itu yang dibayar duluan," ujarnya saat di hubungi Tribun, Jum'at (16/11/2018).
"Karena kondisinya sekarang dari sisi keuangan kita ada kendala, memang ada kendala lah," sambungnya.
Oleh karenanya, Novi mengatakan dirinya mohon maaf atas kondisi saat ini. Dan ia memastikan, proses pembayarannya akan tetap berlangsung nantinya.
Baca: Berikut Perolehan Medali Sementara Porprov XII
"Intinya kami juga mohon maaf Dengan kondisi ini terkait ada kendala-kendala dengan kondisi ini. Jadi kalau ada uang yang di droping kita bagikan ke seluruh Indonesia untuk pembayaran," tutur kepala BPJS kesehatan Cabang Singkawang itu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelumnya juga telah dibayarkan klaim dari rumah sakit yang ada di wilayah Singbebas. Pembayaran klaim tersebut dibiayai dari dana suntikan pemerintah.
"Ya kemarin kita di Singbebas dapat suntikan 20 Miliar, dan itu sudah kita distribusikan kepada rumah sakit yang ada di Singbebas," lanjut Novi.
"Dana yang kemarin telah kita bayar itu dari suntikkan atau talangan pemerintah. Untuk yang cukai rokok belum di realisasikan, jadi cukai rokok itu direalisasikan untuk menjamin masyarakat yang belum terdaftar di JKN-KIS dan lainnya," jelasnya.
Untuk itu, ia berharap kedepannya peserta BPJS bisa lebih sadar untuk berkontribusi. Karena sebagaimana diketahui, JKN-KIS adalah program Nasional yang prinsipnya adalah gotong royong. Dengan besarnya kesadaran dan kontribusi peserta maka akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaatnya.
"Harapan kami peserta memiliki kesadaran untuk berkontribusi, karena JKN-KIS ini kan prinsipnya gotong royong. Jadi harapan kami mendaftar dan rutin bayar iuran, karena manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat," tutupnya.